Jakarta - Perluasan Masjidil Haram yang akan segera dilakukan akan dapat menampung tambahan lebih 500.000 jemaah. Hal ini merupakan petunjuk dan perintah Khadimul Haramain Raja Abdullah bin Abdul Aziz. “Ini akan menjadi proyek raksasa Masjidil Haram yang akan banyak mengubah wajah Mekah nantinya,” kata walikota Mekah, Dr. Osamah Al-Bar, seperti dikutip harian Arab News edisi Rabo, 9 Januari hari ini.
Sabtu, 5 Januari lalu, Raja Abdullah memerintahkan kepada para pejabat terkait untuk memperluas Masjidil Haram sehingga akan memperbanyak daya tampung jemaah. Menurut Pangaren Metab, Menteri Pembangunan Kerajaan Arab Saudi, proyek perluasan ini juga akan menyertakan pengembangkan infrastruktur. Perluasan diarahkan ke arah barat daya dan barat laut Masjidil Haram yang memiliki luas 300.000 meter persegi. “Tim khusus tengah disiapkan untuk menghitung anggarannya,” kata Metab.
Dampaknya, sekitar 1.000 rumah akan dihancurkan di daerah Shamiya dan Shubaika dengan kompensasi sekitar 6 Milyar Riyal. Semua proyek pembangunan, sejak ganti rugi diperkirakan akan memakan waktu sekitar 60 hari. Menurut Al-Bar, pembangunan ini akan menutupi jalan Jabal Kakbah, Shubaykah, Jalan Abu Sufyan, Jalan Raqubah, Jalan Abdullah bin Zubair, Syamiyah, Jabal Hindi, dan Jalan Khalid bin Walid. “Jalan tembus baru untuk pejalan kaki seiring dengan pembangunan itu,” kata Al-Bar.
Masjidil Haram mengalami perluasan sejak tahun 1925 atas perintah Raja Abdul Aziz, pendiri dinasti Saud. Tahun 1989, perluasan Masjidil Haram semakin jadi dari 152.000 meter persegi menjadi 356.000 meter persegi. Sementara luas taman di sekitar Masjidil Haram mencapai 40.000 meter persegi yang bisa menampung 100.000 jemaah.
Senin, 7 Januari lalu, Majelis Syura kerajaan Arab Saudi mengabulkan permintaan anggaran perluasan Masjdil Haram. Ikut serta disetujui pengembangkan modernisasi alat tenun kiswah (kelambu) Kakbah.(depag/mch/Musthafa Helmy)


