MATARAM – Setiap tahun, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) memberikan bantuan dana untuk penyelesaian skripsi mahasiswa kepada 3.000 orang calon sarjana. Setiap orangnya, menerima Rp1 juta. Bantuan dana mulai Rp3 juta hingga Rp10 juta berdasar acuan surat keputusan Gubernur NTB juga diberikan untuk sekolah swasta, pondok pesantren, pembangunan masjid, organisasi non pemerintah (ornop) dan perorangan antara lain pedagang kaki lima, pedagang asongan. Jumlah yang disediakan melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) mencapai Rp36 miliar.

Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah NTB Awaludin mengatakan bahwa jumlah proposal yang diterimanya setahun terakhir diajukan oleh 3.500 orang mahasiswa. Yang belum terbayar 500 proposal. Demikian pula 4.500 proposal yang berasal dari Ornop belum terbayar. ”Tahun ini yang tersisa akan dibayarkan,” ujarnya sewaktu ditemui, Sabtu (5/1).

Menurutnya, sesuai banyaknya pondok pesantren dan pembangunan masjid di daerah, yang terbanyak mendapatkan bantuan Pemprop NTB adalah mereka yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat dan Mataram. Sedangkan yang berasal dari pulau Sumbawa sesuai jumlah pondok pesantren dan pembangunan masjidnya lebih sedikit.

APBD NTB 2008 mencapai Rp1.093 triliun atau mengalami peningkatan 20,79 persen dari setahun sebelumnya yang sebesar Rp905,47 miliar. Adapun anggaran yang berasal pemerintah pusat untuk instansi vertikal berupa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang diberikan kepada NTB mencapai Rp3,21 triliun atau meningkat Rp621,36 miliar atau 23 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,59 triliun.

Menurut Gubernur NTB Lalu Serinata, dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008 yang diterima Propinsi NTB, bagian terbesar untuk Departemen Pendidikan Nasional mencapai Rp665,22 miliar, selain Departemen Pekerjaan Umum Rp667,86 miliar. ”Segera lakukan langkah konkrit. Agar dapat mendorong peningkatan pencairan dana menjadi cepat, tepat dan sesuai sasaran,” katanya selesai serah terima DIPA, di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (4/1).

Kepala Kantor Wilayah XXI Direktorat Jenderal Perbendaharaan Mataram Caecilia Sri Widiarti menyebutkan DIPA yang diserahkan meliputi DIPA kantor daerah untuk instansi vertikal kementerian/lembaga di daerah berjumlah 84 DIPA dengan nilai Rp1,42 triliun. DIPA Tugas Pembantuan untuk SKPD di propinsi/kabupaten/kota jumlah 159 DIPA nilainya Rp323,90 miliar, DIPA Dekonsentrasi untuk SKPD Propinsi berjumlah 64 DIPA nilainya Rp587,19 miliar dan DIPA kantor pusat untuk instansi pusat di daerah, berjumlah 23 DIPA dengan nilai Rp874,7 miliar.(supriyantho khafid)

4 COMMENTS

  1. kepada
    semua calon gubernur NTB, semoga bapak-bapak selalu mengutamakan kejujuran dan kepentingan masyarakat NTB dari pada kepentingan GOLONGAN (PRIBADI)
    HIDUP NTB
    No Corruption
    No Collution
    No Nepotism

  2. assalamu’alaikum…
    bapak awaludin, apakah bantuan dana proposal penelitia juga bisa diterima oleh mahasiswa yang kuliah di luar daerah? saya sekarang kuliah di institut pertanian bogor dan sedang melakukan penelitian, penelitian saya sudah berjalan 2 minggu. saya sangat butuh dana untuk penelitian saya lebih lanjut. kalau bisa, tolong dibalas ke email saya bagaiman teknisnya. terimakasih atas perhatiannya.

  3. Assalamualaikum
    Bagaiman teknis untuk bisa mendapatkan dana bantuan skripsi dari Pemprov NTB ? Mohon konfirmasinya ke alamat email saya.
    Terimakasih. (red : kalau tidak salah, tahun ini ditiadakan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here