MATARAM – PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) harus menjual sahamnya sebesar tiga persen senilai US $ 109 juta kepada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Untuk divestasi jatah 2006 tersebut PT NNT tidak perlu tahu KSB menggandeng investornya.

Bupati KSB Zulkifli Muhadly mengemukakannya sewaktu dihubungi melalui telepon, Jum’at (4/1) malam. ”Kami tetap dari awal untuk membayar saham itu. Bola sudah di tangan pemerintah pusat,” ujarnya mengenai jatah tiga persen yang seharusnya menjadi hak KSB itu. Menurutnya tidak penting diketahui mitra KSB untuk mengambil alih saham PT NNT tersebut.

Nantinya, kata Zulkifli Muhadly, 7 Januari di Tokyo, BKPM akan bertemu pihak Sumitomo Corp selaku pemegang saham Nusa Tenggara Mining Corporation sebagai mitra Newmont International Limited yang menambang tembaga dan emas di Proyek Batu Hijau KSB.

Zulkifli mengemukakan pengambil alihan saham tersebut setelah dikonfirmasi pernyataan Presiden Direktur Newmont Pacific Nusa Tenggara Martiono Hadianto di Jakarta seperti dikutip Detik.Com (http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/01/tgl/04/time/174430/idnews/874988/idkanal/4) bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjadi pembeli saham divestasi pertama sebesar dua persen senilai US $ 73 juta. Saham itu adalah bagian dari tujuh persen keharusan divestasi PT NNT pada tahun 2007.

Zulkifli menyatakan tidak percaya terhadap pernyataan Martiono Hadianto tersebut. Karena penyelesaian divestasi tersebut memerlukan proses. ”Mungkin semacam manuver saja pernyataannya itu,” katanya.

Bupati Kabupaten Sumbawa Jamaludin Malik yang dikonfirmasi melalui telepon internasional sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci Mekah, menyangkal pernah membuat surat untuk pembelian saham tersebut. Sebab, Kabupaten Sumbawa tetap sepakat dengan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat mengambil alih tujuh persen senilai US $ 282 juta. Dan secara tersendiri KSB membayar tiga persen saham senilai US $ 109 juta. ”Dari mana berita Kabupaten Sumbawa membayarnya sendiri. Sesuai kesepakatan awal, tidak ada yang berubah,” ujarnya.

Asisten II Sekretaris Daerah NTB Abdul Malik yang juga sedang berada di Jakarta melalui telepon mengaku tidak tahu menahu adanya pernyataan Martiono Hadianto tersebut. ”Saya belum tahu,” ucapnya.

Maunya Newmont, sesuai proposal menggunakan pembiayaan pinjaman jangka panjang bebas risiko kepada KSB, Pemprop NTB dan KS untuk memperoleh saham divestasinya. Selain itu, pemegang saham asing PT NNT juga menjamin KSB, Pemprop NTB dan KS akan menerima dana yang telah dijamin sebesar US $ 333.333 per tahun untuk setiap satu persen saham yang dimilikinya. Dana ini diperuntukkan peningkatan layanan pemerintah kepada masyarakat antara lain berupa penyediaan sarana pendidikan, fasilitas kesehatan dan infrastruktur. Namun, Gubernur NTB Lalu Serinata sudah menyatakan menolak. KSB menggandeng Dharma Henwa dan Pemprop NTB-KS mengajak Bumi Resources untuk membayar divestasi tersebut.(supriyantho khafid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here