MATARAM – Walaupun pulau Lombok memiliki kekayaan kandungan emas, tembaga, nikel, pasir besi, mangan dan seng yang sangat potensial ditambang, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) tidak lagi memperkenankan empat Pemerintah Kabupaten Kota se pulau Lombok mengeluarkan izin baru untuk penambangan golongan B. Larangan tersebut didasarkan keputusan untuk mengembangkan industri pariwisata yang ramah lingkungan.

Untuk pemerintah kabupaten-kota yang terlanjur mengizinkan penambangan seperti eksploitasi pasir besi di Lombok Timur, diberikan waktu hingga berakhirnya masa perizinan yang ditetapkan. Larangan tersebut sejak diberlakukannya peraturan daerah Pemprop NTB Nomor : 11 Tahun 2006. ”Namun yang sudah terlanjur diberikan izin, berlaku hingga izin habis,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Jalal kepada LombokNews, Jum’at (4/1) pagi.

Penutupan kesempatan penambangan Golongan B tersebut dilakukan karena penetapan Lombok sebagai kawasan wisata. Sejak dikenal sebagai daerah tujuan wisata, Pemprop NTB telah menetapkan sembilan kawasan wisata. Diantaranya, kawasan Mandalika di selatan Lombok Tengah yang rencananya diambil alih Emaar Properties asal Dubai senilai Rp6 triliun rupiah dari PT Perusahaan Pengelolaan Aset.

Saat ini, ada 28 izin yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah daerah kabupaten kota di NTB – sesuai kebijakan desentralisasi. Namun masih sebatas melakukan kontrak penyelidikan yang berlaku selama lima tahun. Apabila dianggap layak ditambang baru dilakukan kontrak karya dengan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral apabila investornya perusahaan asing.

Menurut Jalal, wilayah selatan pulau Lombok dan Sumbawa merupakan pertemuan dua benua Asia Australia memiliki banyak kandungan mineral akibat tumbukannya. Di Sumbawa yang masih diperkenankan untuk ditambang, seperti di Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, harus pula melalui proses kajian. ”Izin yang diberikan juga terbatas,” ujarnya.(supriyantho khafid)

4 COMMENTS

  1. salut buat seluruh elemen pejabat di ntb yang telah mengeluarkan peraturan mengenai larangan penambangan gol.B SALUUUUUT saya bersyukur kpd allah swt yang telah memberikan akal sehat kepada semua pejabat di NTB

    semoga kekayaan alam yang kita miliki bisa di miliki juga oleh anak cucu kita amiiiin

  2. Saya kira lombok terlalu indah untuk penambangan
    dan juga pemerintah harus lebih tegas dengan kebersihannya daerah lombok, siapa saja pasti bangga dgn wisata tapi dgn keaadannya lombok yg jorok saat sekarang ini seperti senggigi sampah di buang di pinggir pantai lakukanlah recycle biar lebih nyaman bagi masyarat dan pendatang!

  3. Berbicara masalah kepariwisataan, pulau Lombok memang memiliki potensi yang amat menarik baik dari segi keindahan alam maupun kebudayaan yang amat beragam. Kesiapan ivestor Emaar dari Dubai, Persatuan Arab Emirat untuk mengembangkan pariwisata di Lombok Selatan dengan nilai jutaan dolar AS merupakan salah satu bukti tentang itu. Namun demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan, khususnya oleh instansi terkait di daerah ini. Pertama, masalah security agar para pelancong merasa aman dan senang datang ke Lombok. kedua, masalah kebersihan lingkungan, ketiga, keramah tamahan dan yang terakhir adalah sikap toleransi dan saling menghormati. Yang tidak kalah penting lagi ialah menghindari “PUNGLI” dan mencegah pedagang asongan yang berkeliaran di sepanjang pantai, apalagi memaksakan agar jualannya harus dibeli oleh para pendatang seperti halnya yang pernah saya alami saat saya berkunjung ke pantai selatan tiga tahun yang lampau.

    Sekian komentar dan masukan dari saya semoga bermanfaat.

    Zunnunil Masri
    Dubai-PEA
    HP.0097150-8407238

  4. Tetapi khabar ini tidak benar. Gubernor diperintah Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral membatalkan Perda Mentutp Penambangan di Lombok yang diluarkan Gubernor. Sehingga berarti penambangan bisa maju lagi. Sebenernya ada dua kontrak karya yang sedang dinegosiasikan masakini dengan gubernor dan pejabat pemprov dan pemerintah di Jakarta untuk membuka tembang baru di Lombok barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here