Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Sunday, 30 December 2007 • TRANSPORTASI

MATARAM - Penerbangan dari dan ke Bandara Selaparang Mataram diminta untuk tidak dipaksakan keberangkatannya, apabila cuara jelek. Para calon penumpang pun diminta agar bersabar jika pesawat tertunda karena cuaca.

Pesan tersebut berasal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang diterima Kepala Sub Dinas Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Barat (NTB) Ahmad Baharudin, Ahad (30/12) siang. ”Calon penumpang dihimbau sabar bila penerbangan ditunda. Harap mengerti,” ujarnya mengutip pesan yang disampaikan melalui Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Udara.

Menurutnya, presiden meminta seluruh dapat membuat notifikasi kepada penumpang dan operator pesawat terbang, agar memperhatikan kondisi cuaca buruk. Tidak mengambil resiko beroperasi. ”Prioritaskan keselamatan penumpang dan penerbangan,” kata Presiden seperti yang diteruskan Dirjen Perhubungan Udara ke Mataram tersebut.

Duty Manager Bandara Selaparang Suwardi membenarkan adanya himbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ”Presiden memang menegaskan apabila cuaca kurang bersahabat,?? ucapnya. Sesuai prosedurnya, kalau cuaca jelek, aturannya memang tidak dibenarkan untuk lepas landas ataupun melandas. ”Kalau cuaca jelek, jarak pandang kurang dari 500 meter, pelayanan penerbangan ditutup,” katanya.

Di Bandara Selaparang, sehari terdapat 20 jadwal tetap penerbangan dari Denpasar, Surabaya, Jakarta, Sumbawa, Bima dan Benete. Senin (24/12) lalu, ada tiga pesawat yang terpaksa mengalihkan tujuan pendaratannya. Pertama, pesawat Hercules yang datang dari Surabaya. Karena tidak memungkinkan pendaratan di Mataram, pendaratan akhirnya dialihkan ke Bandara Ngurah Rai di Bali.

Yang kedua, pesawat Travira yang hendak menuju Benete Maluk Sumbawa Besar. Meskipun merupakan pesawat yang dapat mendarat di air, namun karena cuaca buruk kembali ke Selaparang. Namun, Selaparang pun tidak memungkinan didarati karena cuaca, akhirnya kembali ke Ngurah Rai. Yang ketiga, pesawat Merpati dari Surabaya ke Mataram alasan cuaca buruk akhirnya juga dialihkan ke Ngurah Rai.

Stasiun Meteorologi Selaparang memperpanjang warning hingga tanggal 2 Januari 2007 karena di sekitar Nusa Tenggara masih menjadi daerah pertemuan angin (konvergen), akibat adanya pusat aktivitas tekanan rendah di selatan perairan NTB. Pusat tekanan rendah telah menjauh dari NTB. Namun, karena belum melemah maka angin kencang masih berpotensi terjadi di NTB.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Recent Comments