Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun 2007 yang menurut hitungan terakhir diperkirakan mencapai 5,5 juta , merupakan rekor nasional tertinggi dalam sepuluh tahun tarakhir ini. Prestasi tertinggi sebelumnya pernah dicapai tahun 2004 sebesar 5,3 juta wisman.
“Kunjungan 5,5 juta wisman tahun 2007 ini sesuai target moderat yang kita tetapkan. Sedangkan target 6 juta atau target optimistis (tinggi) adalah yang kita kejar. Dari kunjungan wisman tahun ini diperkirakan devisa yang kita peroleh sebesar US$ 5 miliar,” kata Menbudpar Jero Wacik bersama Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Muhammad Nuh kepada wartawan sebelum membuka Grand Launching Tahun Kunjungan Indonesia (Visit Indonesia Year/VIY 2008) di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu malam (26/12)
Dikatakan, kunjungan 5,5 juta wisman tahun 2007 tersebut cukup tinggi karena pada tahun sebelumnya (tahun 2006) sebesar 4,8 juta. Membaiknya pertumbuhan wisman pada tahun ini semakin mendorong kita lebih optimistis dalam meraih target kunjungan wisman tahun 2008 yang kita tetapkan sebesar 7 juta wisman, katanya
Untuk menentukan target kunjungan wisman pemerintah bersama para pelaku industri pariwisata dan pemangku kepentingan (stakeholder) menetapkan tiga skenario yakni target minimal (rendah), target moderat (menengah) dan target optmistis (tinggi). Untuk memacu semangat dalam mencapai kinerja optimal, pemerintah menetapkan target optimistis (tinggi) tahun 2007 sebesar 6 juta wisman
Menbudpar Jero Wacik menegaskan, untuk tahun 2008 sebagai Tahun Kunjungan Indonesia (Visit Indonesia Year/VIY 2008) telah ditetapkan tiga skenario target kunjungan wisman sebesar 6 juta, 6,5 juta dan 7 juta. “Dari kunjungan wisman pada 2008 tersebut kita harapkan devisa yang dapat diperoleh sekitar US$ 6 juta hingga US$ 6,5 juta,” katanya
Dikatakan, target 7 juta wisman tahun 2008 itu setelah memperhitungkan berbagai situasi terutama tingginya persepsi wisman terhadap pariwisata Indonesia belakangan ini yang dibuktikan dengan banyaknya event internasional yang diadakan di Indonesia seperti belum lama ini PATA Travel Mart dan Konferensi Internasional Perubahaan Iklim Global (UNFCCC) di Bali, yang dipastikan memberi dampak cukup signifikan terhadap upaya pencapaian target kunjungan tersebut.
Apalagi tahun 2008 merupakan Tahun Kunjungan Indonesia (Visit Indonesia Year/VIY 2008) di mana selama satu tahun itu akan digelar lebih dari 100 event terpilih skala internasional tersebar di 33 provinsi, tentunya akan menarik wisman untuk berkunjung ke Indonesia.” Kita optimistis akan dapat menarik kunjungan wisman lebih banyak lagi sehingga target 7 juta mudah-mudahan tercapai,” katanya, seraya mengatakan Tahun Kunjungan Indonesia (Visit Indonesia Year 2008) adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sektor pariwisata dengan mengajak serta partisipasi seluruh komponen masyarakat untuk ikut ambil bagian dan menyukseskan Tahun Kunjungan Indonesia 2008
Tahun Kunjungan Indonesia (Visit Indonesia Year/VIY 2008) juga sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat nasional maupun khususnya di tingkat internasional, kata Menbudpar Jero Wacik.(humas depbudpar)


