Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Wednesday, 26 December 2007 • DAERAH

MEDIA LOMBOK - Selama dua hari, Rabu - Kamis (26-27/12), sejumlah peneliti dari staf Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB), perguruan tinggi dan swasta mengikuti pelatihan standar penyusunan proposal penelitian. Materinya, meliputi teknik penyusunan proposal. Diharapkan, mereka bisa memahami permasalahan yang dihadapi daerah sehingga dapat mengemukakannya secara rasional sewaktu mengajukan usulan.

Kepala Bidang Penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTB Supran menjelaskan materi yang diberikan kepada peserta berupa kajian menggunakan metode untuk menuangkan data dalam bentuk sampling yang berkaitan dengan kajiannya. ”Semua materi diberikan oleh para peneliti yang memiliki kredit point taraf internasional,” katanya, Rabu (26/12).

Mereka yang dipercaya menjadi nara sumber sebanyak tiga orang yaitu dosen Universitas Mataram Sunardi (Fakultas MIPA), Arifuddin Sahidu (Fakultas Pertanian), dan Hirwan Hamidi (Fakultas Peternakan).

Diperlukannya pelatihan penyusunan proposal tersebut, menurut Supran, agar memiliki pemahaman kerangka pikir dalam tulisan yang dibuatnya sehingga bisa diterima oleh berbagai lembaga penyandang dana penelitian antara lain kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi atau lembaga dalam negeri yang sumbernya berasal dari APBD, APBN, maupun internasional lainnya berupa pinjaman (Loan).

Selama ini, dari peluang besar tersebut harus memerlukan proposal yang sempurna. NTB memiliki potensi diteliti yang berkaitan dengan prioritas pembangunan, persoalan NTB yang masih banyak memiliki unggulan yang bisa ditunjang pembiayannya. Bappeda NTB bisa menjadi penghubung pengajuan proposal ke berbagai lembaga sumber dana selain Pemprop NTB yang alokasi dananya masih sangat terbatas.

Sampai tahun 2000, Indonesia baru mencapai 0,052 persen dari PDRB, tahun 2001 turun menjadi 0,039 persen. Sedangkan Malaysia tahun 2001 mencapai 0,51 persen, Singapura tahun 2001 mencapai 1,89 persen dan standar UNESCO yang wajar dua persen.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» KELUARGA TIGA TKI LOMBOK TIMUR MENERIMA SANTUNAN MASING-MASING RP37 JUTA
05/17/2012 02:36 pm | 1 Comment
» KARENA DIRUGIKAN PEMBERITAAN, DOSEN FH UNRAM GUGAT RP7,5 MILIAR
05/16/2012 07:19 am | 2 Comments
» HERYADI RACHMAT MERILIS BUKU GEOWISATA NTB
05/15/2012 11:08 am | 4 Comments
» DAYA BELI GABUNGAN PETANI NTB 95,53
05/15/2012 10:27 am | 1 Comment
» SELAMA 2011 DIDUGA TERJADI 61 KASUS KORUPSI DI NTB
05/14/2012 08:46 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com