MATARAM - Sejak Senin (24/12), tinggi gelombang di perairan sekitar Lombok dan Sumbawa mencapai tiga meter. Selama dua hari ini, hujan lebat melanda Mataram dan sekitarnya. Mengguyur mulai pagi hingga malam hari, data hujan yang dihimpun Stasiun Meteorologi Selaparang dari berbagai daerah se Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 79,8 milimeter selama 24 jam. ”Ini sudah termasuk hujan lebat,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Selaparang Oktaviana Indriani menjelaskan, Selasa (25/12) siang.
Intensitas hujan ringan 5-20 milimeter, hujan sedang 20-50 milimeter, hujan lebat 50-100 milimeter dan sangat lebat lebih dari 100 milimeter. Pengukuran pemantauan hujan dilakukan setiap tiga jam. Data pukul 08.00 Waktu Indonesia Tengah curah hujan mencapai tiga milimeter.
Ramalan cuaca di daerah se NTB, hingga lima hari berikutnya setiap pagi diperkirakan akan turun hujan dan di siang hari kecepatan angin meningkat hingga maksimum 30 kilometer per jam di darat dan tinggi gelombang maksimum cukup tinggi hingga mencapai empat meter. Sedangkan pada hari Kamis (27/12), kecepatan angin di laut 20-25 knot atau lebih tinggi dari kecepatan normal 8-10 knot (1 knot adalah 1,8 kilometer).
Menurut Oktaviana, kondisi cuaca di NTB ini dipengaruh oleh pusat tekanan rendah (low) yang berada di dekat Nusa Tenggara Timur dari pada Australia. ”Perlu diwaspadai untuk transportasi darat, laut dan udara,” katanya.
Namun, bukan Stasiun Meteorologi Selaparang yang berwenang untuk meniadakan pelayaran ataupun penerbangan pesawat. Keputusan penundaan pemberangkatan kapal feri atau kapal laut diserahkan kepada syahbandar. ”Perkembangan cuacanya dikirimkan melalui faksimil. Untuk bandara setiap jam,” ujar Oktaviana.
Dari Abdullah dari kantor Syahbandar Lembar, maupun Adis dari Pelabuhan Penyeberangan ASDP Lembar sewaktu dikonfirmasi secara terpisah menyatakan belum ada kendala penyeberangan feri dari Pelabuhan Lembar di Lombok Barat menuju Padangbai Bali. ”Kondisinya lancar. Rata-rata perjalanan seperti biasa,” ucap mereka.(supriyantho khafid)


