Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Saturday, 22 December 2007 • EKONOMI

MATARAM - Gapura besi bertulisan Selamat Datang Di Sentral Kerajinan Emas Sekarbela itu terpancang memasuki Sekarbela sekitar lima kilometer dari pusat kota Mataram. Di kiri dan kanan jalan di sepanjang sekitar 500 meter adalah kawasan pertokoan emas dan mutiara. Di sanalah, tamu-tamu daerah yang beracara maupun berlibur datang berbelanja barang perhiasan emas dan mutiara.

Utamanya pada hari libur ataupun pada waktu berlangsungnya suatu pertemuan nasional dari berbagai lembaga pemerintah maupun organisasi, dipastikan Sekarbela menjadi salah satu tujuan wisata belanja ibu-ibu yang menyertai kegiatan suaminya di Mataram.

Yah, sejak sembilan tahun terakhir ini, bermunculan pertokoan emas dan mutiara. Ada sekitar 70 pengusaha yang berada di sepanjang Jalan Sultan Kaharudin yang menyebar di Lingkungan Pande Mas, Pande Besi dan kemudian berkembang di Gang Fathony Lingkungan Sekarbela Mas Mutiara. Di sana, memang bermukim tukang-tukang perhiasan emas dan juga pedagang emas yang menyebar di berbagai pasar di pulau Lombok maupun di berbagai kota di pulau Sumbawa.

Ini adalah wujud dampak dari keberadaan perairan laut Lombok dan Sumbawa Nusa Tenggara yang menjadi lokasi sekitar 35 usaha budi daya mutiara yang menghasilkan mutiara air laut. Sebenarnya, investor budi daya mutiara tersebut, umumnya mengekspor produksinya ke Jepang. Itu kalau satu bulatan (butir) mutiara yang dihasilkannya bisa berukuran 4-5 gram.

Nah, kalau produksinya yang di bawah standar tersebut, misalnya satu butir seberat dua gram itulah yang disortir dan kemudian dilemparkan ke pasaran lokal yang lantas dijadikan komoditi aksesori perhiasan emas berupa mata kalung, cincin atau anting-anting. Ini harganya, diluar berat emasnya, dihitung sekitar Rp200 ribu bahkan Rp1,5 juta per gram tergantung kwalitasnya. ”Ini dijamin, ada sertifikat asli air laut. Supaya yang belanja tidak ragu-ragu,” kata Haji Sarhan - pemilik toko Ilham - maupun Haji Muhammad - pemilik toko Alexander, secara terpisah ditemui di tokonya.

Namun untuk sekadar sebagai oleh-oleh yang murah, ada pula perhiasan mutiara air laut - sebenarnya mutiaranya bukan produksi lokal - yang harganya terjangkau. Misalnya harga bros berbagai model dari bahan stainless steel hanya Rp12 ribu - 15 ribu. Atau seuntai kalungnya, mutiara air tawar, Rp25 ribu.

Tengoklah toko Ilham milik Haji Sarhan, 60 tahun, yang sebelumnya adalah salah seorang tukang dari toko emas di Ampenan. Ia kini sudah lima tahun membuka usahanya di dalam Gang Fathony. Berada di atas lahan seluas 150 meter persegi, ia yang mengaku hanya bermodalkan 100 gram emas di tokonya, menjual perhiasan emas yang dilengkapi mutiara baik air laut maupun air tawar. ”Karena sekarang harga emas mahal, yang bisa cepat laku yang perhiasannya terbuat dari perak,” katanya. Sarhan pun menerima pesanan sesuai model yang dikehendaki.

Singgah di toko Alexander milik Haji Muhammad, 47 tahun, yang berada di pinggir jalan Sultan Kaharudin, lebih luas lokasinya. Memanjang sekitar 20 meter lebar lima meter, beraneka perhiasan emas mutiara yang beratnya lebih 1.000 gram emas 24 karat dalam berbagai bentuk ditata di dalam rak kaca.

Di sini, kata Muhammad, dijual mutiara air laut kwalitas super yang apabila satu butirnya sebesar satu gram dihargai Rp400 ribu per gram. Atau kalau sebutirnya seberat dua gram harganya menjadi Rp600 ribu per gram. Sedangkan apabila sebutirnya bisa mencapai lima gram yang dihasilkan dari usia 15 bulan pemeliharaan siputnya, maka harganya pun lebih mahal lagi, yaitu Rp1,5 juta per gram. ”Nilai tambah tinggi kalau kwalitasnya semakin super,” kata Muhammad yang selama sembilan tahun terakhir ini menjadi pengusaha binaan PT Angkasa Pura I yang memberinya bantuan modal Rp100an juta.

Dulu, Muhammad membuka tokonya sejak 1997, tidak sedikit yang memesan perhiasan lengkap mulai dari anting, kalung dan cincin, gelang liontin seharga Rp4 juta. Sebaliknya, untuk mutiara air tawar, ia menjualnya sebijinya Rp 15 ribu ? Rp20 ribu dan kwalitas super hanya Rp100 ribu. ”Sebenarnya mutiara air tawar bukan dari sini. Lombok hanya menghasilkan mutiara air laut,” katanya.

Para pengerajin emas mutiara di Sekarbela ini adalah merupakan turun temurun. Mereka saling bantu membantu permodalannya. Kalau hanya bisa bekerja saja, maka pengrajin tersebut memperoleh pekerjaan. Seorang tukang emas, bisa mendapatkan upah bekerjanya sehari rata-rata Rp50 ribu. Namun kalau pengrajin tersebut mampun berdagang, maka tidak sulit dirangkul untuk bekerja sama memperoleh modal dari pengusaha yang sudah mapan.

Maka tidaklah heran kalau secara bergotong royong tanpa ada bantuan dari pihak luar, mereka bisa membangun masjid Ar-Raisyah Sekarbela berlantai tiga senilai Rp2 miliar dan menaranya - yang baru separo jadi, sudah menghabiskan dana Rp500an juta.

Karena potensinya tersebut, maka Pemerintah Kota Mataram, sewaktu merayakan hari jadinya yang ke-10, 31 Agustus 2003, telah meresmikan Mataram Craft Centre (MCC) di Kelurahan Pagesangan - sekitar 500 meter dari arah timur sebelum memasuki Sekarbela. MCC yang dibangun menggunakan dana APBD sebesar Rp6,9 miliar tersebut untuk pusat kerajinan perhiasan emas, perak dan mutiara memenuhi kebutuhan kalangan menengah ke atas konsumen dari luar daerah dan mancanegara.

MCC yang terletak pada lahan seluas 3,1 are di lokasi 500 meter di sebelah timur desa Sekarbela - sentra pengrajin emas, perak dan mutiara - tersebut terdiri dua lantai. 25 lokal berukuran 4,5 kali 9 meter untuk pedagang emas, perak, mutiara. Delapan lokal los berukuran 3 kali 6 meter untuk pengrajin pahat dan lukis dan empat lokal berukuran 2 kali 2,25 meter disediakan untuk ATM perbankan. Bangunannya megah berlantai keramik dan pintu type harmonika, untuk kepentingan menengah ke atas.

———-

NTB penyuplai dan menjadi bursa mutiara dunia. Di NTB telah ada 35 perusahaan budi daya mutiara yang menghasilkan produksinya 1,35 ton per tahun. Nilai ekspor mutiara bulat ke Jepang mencapai US $ 808.673. Sedangkan nilai ekspor dalam bentuk kerajinan perhiasan ke berbagai negara Jepang, Uni Emirat Arab, Malaysia dan Hongkong mencapai US $ 37.770. Data 2006 tersebut dirilis Dinas Perikanan NTB. Komoditi ekspor mutiara tersebut dihasilkan oleh 24 perusahaan yang aktif.

Banyaknya perusahaan yang melakukan usaha budi daya mutiara ini, mengingat lingkungan perairan lautnya masih bersih. Sehingga tersedia sumber makanan sehingga pertumbuhannya lebih bagus. NTB memiliki potensi areal seluas 25.000 hektar yang hingga kini memiliki potensi produksinya 3,72 ton

Yang jelas, sudah sejak lama NTB menjadi tempat bursa mutiara bagi dunia, sehingga mutiara hasil budidaya daerah ini tidak lagi harus dilempar di pasaran Hongkong, Jepang, Singapura. Nilai ekspor mutiara tersebut adalah 75 persen dari USD 11 juta keseluruhan nilai ekspor NTB.

Mutiara hasil budi daya di NTB membanggakan karena telah menjadi rebutan seratusan wisatawan nusantara. Sampai-sampai mutiara dari luar pun yang dijual di sini ikut laku.
Mataram juga telah ditetapkan sebagai pusat mutiara internasional. Ditetapkannya Mataram sebagai pusat mutiara internasional karena telah masuk jaringan global. Saat ini pembeli mutiara telah berdatangan untuk belanja langsung.

Pusat Pengembangan Pasar Wilayah Amerika, Australia dan New Zealand Departemen Perdagangan menyebutkan bahwa Indonesia adalah produsen mutiara terbesar di dunia. Ekspor mutiara Indonesia sesuai data tahun 2001 nilainya sebesar 24,095 juta dolar AS. Sedangkan ekspor mutiara budi daya dikerjakan sebagai kerajinan perhiasan 3,690 juta dolar AS. Adapun nilai ekspor mutiara asli dan budi daya Indonesia mencapai 25,258 juta dolar AS.

Nilai ekspor mutiara alam dan budi daya Indonesia 25,258 juta dolar AS tersebut baru 3,33 persen pangsa dunia. Atau nilaI ekspor mutiara budi daya dikerjakan 3,690 juta dolar tersebut 0,71 persen. Produksi mutiara hasil budi daya Nusa Tenggara Barat dinyatakan sebagai terbaik di Indonesia.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge