MATARAM - Perhubungan di dalam daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) harus lebih baik dari pada ke Bali. Karena itu, semua wilayah utara dan selatan baik di pulau Lombok maupun di pulau Sumbawa harus terbuka, tersedia lintasan jalan agar dapat memberikan kemudahan transportasi warganya dan kepentingan angkutan produksi pertanian yang dihasilkannya. Untuk awalnya, sebelumnya semuanya terwujud, Pemerintah Propinsi NTB menyediakan dana subsidi keperluan angkutan laut dan udara yang menghubungkan daerah sulit transportasi di Lombok dan Sumbawa.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTB Lalu Fathurahman mengemukakan masalah terbukanya wilayah utara dan selatan di kedua pulau besar di NTB tersebut sewaktu berbicara masalah Kebijakan Pembangunan NTB, Sabtu (15/12). ”Kasihan orang Lunyuk, Piong dan Labuan Kenanga,” ujarnya menyebut sulitnya akses jalan di daerah selatan Sumbawa, Dompu dan Bima. Juga sulitnya transportasi udara dari Bima ke Mataram yang harus melalui Denpasar. ”Yang benar saja, ke Mataram kok lewat Denpasar,” katanya menambahkan.
Disebutnya sebagai contoh adalah belum terbukanya akses jalan di selatan Kabupaten Sumbawa. Dari Lunyuk ke Labangka masih terisolasi wilayah sejauh 60 kilometer. Di sana dibutuhkan 50 unit jembatan sedangkan pihak Jepang baru bersedia membantu membangun 38 unit.
Guna meningkatkan kualitas dan kuantitas infra struktur, Pemprop NTB telah merancang pembangunan jalan dan jembatan lingkar selatan pulau Lombok dan lingkar utara dan selatan pulau Sumbawa. Pembangunan perhubungan darat, laut dan udara meliputi bandara internasional Lombok, perpanjangan bandara Brang Biji di Sumbawa Besar dan Sultan Salahudin di Bima. Ada pula pelabuhan laut di Telong Elong Lombok Timur yang disiapkan untuk tujuan Benete di Kabupaten Sumbawa Barat dan Labangka di Kabupaten Sumbawa.
Untuk kepentingan peningkatan ekonomi masyarakat, Pemprop NTB juga sedang berusaha mewujudkan pembangunan dam Mujur di Lombok Tengah, Pandan Duri Swangi di Lombok Timur, Raba Baka di Kabupaten Dompu dan Bringin Sila di Kabupaten Sumbawa. Lainnya adalah pembangunan dan penyediaan subsidi kelistrikan.(supriyantho khafid)


