MATARAM - Untuk kali pertama di luar negerinya, Italia, teknologi pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) Kobold dibangun di perairan Tanjung Menangis Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Teknologi Kobold mengadopsi konsep propeler (baling-baling kapal) yang diputar arus vertikal. Bisa menghasilkan 110 kilowatthour (KWH) untuk kepentingan 200an rumah penduduk di sana.
Proyek prototype pertama Kobold di Indonesia ini senilai Rp8 miliar tersebut mulai Januari 2008 dibangun, separonya dibiayai United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Sedangkan selebihnya berasal dari dana Pemerintah Indonesia 30 persen, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat 10 persen dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur 10 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat (Bappeda NTB) Lalu Fathurrahman menyebutkan PLTAL Kobold tersebut untuk memenuhi kesulitan listrik di daerahnya. ”Ini upayanya untuk menambah kekurangan daya listrik yang di idealnya NTB memiliki tigaratus megawatt,” ujarnya.
Pemerintah Propinsi NTB yang sudah melakukan kesepakatan kerja sama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi awal 2007 lalu, telah mengirimkan Kepala Sub Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Bappeda NTB Yusron Hadi belajar selama lima bulan di International Center for Science anda High Technology di Trieste Italia.
President Ponte di Archimede SPA (PT) DR.Emilio Matasena sudah melakukan survey mendatangi lokasinya, dan Januari 2008 nanti dua orang teknisinya sduah berada di Mataram untuk melakukan install. Dibutuhkan waktu konstruksi selama enam bulan yang dilakukan di Pelabuhan Lembar Lombok Barat sebelum akhirnya ditempatkan di perairan Tanjung Menangis Lotim.
Yusron Hadi menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Tanjung Menangis disebabkan memiliki potensi kecepatan arus 2,75 meter per detik. Bisa bekerja operasional selama sembilan jam, Kobold menghasilkan 110 kilowatt (Kwh). Adapun penempatan konstruksinya, sekitar 250 meter dari pantai pada kedalaman 20-50 meter.(supriyantho khafid)


