MATARAM - Perpustakaan Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) digelontor dana dekonsentrasi oleh pemerintah sebesar Rp4,1 miliar, 90 persen untuk pengadaan buku. Jumlah tersebut digunakan untuk perpustakaan di 360 desa dan kelurahan se NTB. Setiap unitnya akan dilengkapi sampai 700 eksemplar buku.
Buku yang disiapkan di setiap perpustakaan desa dan kelurahan itu berupa buku tentang perikanan, pertukangan dan juga keperluan bacaan anak-anak. ”Ya perpustakaan itu untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat,” ujar Kepala Perpustakaan Daerah NTB Sabarudin Syah, selesai pembukaan pameran buku di kantornya, Senin (10/12).
Di pulau Lombok sudah ada 85 unit perpustakaan keliling desa yang 35 unit berada di sekolah-sekolah SMP/SMA, 35 unit di tempat ibadah - diantaranya masjid - dan 15 unit lainnya tersebar di kota. Sedangkan di pulau Sumbawa sudah tersedia 15 unit perpustakan yang dilayani dua unit mobil keliling yang menyuplai pergantian bukunya setiap bulan sekali. Setiap unit diisi 100 eksemplar buku.
Sebelumnya, juga dilakukan serah terima mobil pintar perpustakaan Daihatsu Zebra seharga Rp120 juta dari Gubernur NTB Lalu Serinata kepada Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga NTB Baiq Adnin yang koleksi bukunya ditangani oleh Perpustakaan Daerah NTB. ”Mobil pintar ini akan dikelilingkan di sekitar posyandu,” kata Sabarudin. Tujuannya agar meningkatkan pemahaman dan wawasan ibu di kampung untuk mengurangi tingginya angka kematian ibu dan anak sewaktu melahirkan.
Di NTB, angka kematian bayi cukup tinggi di Indonesia yaitu mencapai 61,8 jiwa per 1000 kelahiran hidup. Secara terpisah, sebelumnya seorang dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Mataram Prayitno Basuki mengemukakan bahwa sebenarnya daya beli masyarakat cukup tinggi. Namun, indikator rendahnya indeks pembangunan manusia di urutan 32 secara nasional disebabkan rendahnya pendidikan dan kesehatan. ”Lama pendidikan rata-rata penduduk di sini hanya 6,8 tahun,’’ ucapnya. Ini berarti kebanyak penduduk NTB hanya tamat SD.(supriyantho khafid)


