MATARAM - Pembangunan kawasan wisata Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah segera dilakukan oleh perusahaan propertis Emaar Properties asal Uni Emirat Arab. Tidak menunggu selesainya pembangunan bandara internasional Lombok yang disyaratkan sebelumnya. Proyek jaringan hotel berbintang Armani, Ritz, condominium dan lapangan golf disiapkan segera dibangun di lahan seluas 400 hektar yang berada di Tanjung Aan.
Kepala Bidang Pembangunan I Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Bayu Windia mengemukakannya kepada LombokNews, di Ball Room Hotel Lombok Raya Ahad (9/12) malam. ”Rencana pembangunan di Tanjung Aan tersebut sudah dibicarakan realisasinya walaupun bandara belum rampung,” katanya.
Kawasan wisata Mandalika ini, demikian disebutkan oleh Bayu Windia yang pernah menjabat Kepala Sub Dinas Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, adalah untuk menjaring wisatawan asal Timur Tengah. ”Jadi tidak kompetitif dengan Bali. Yang dibidik adalah orang-orang Arab,” ujarnya. Bahkan, Emaar juga menghendaki kawasan pantai Gerupuk yang sebelumnya tidak masuk pembicaraan penawaran investasi, juga diminati untuk dikelolanya.
Investor kakap asal Dubai tersebut sebelumnya telah sepakat mengucurkan dana pengembangan Mandalika di Lombok sebesar US $ 600 juta atau setara Rp5,58 triliun. Luas kawasannya 1.250 hektar yang dirancang dibangun belasan hotel berbintang.
15 Mei 2006 lalu, sebagai tindak lanjut kunjungan pemerintah Indonesia - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla - ke negara-negara di Timur Tengah, Chairman Emaar Mohamed Bin Ali Alabbar dari Emaar International datang ke Lombok.
Didampingi Duta Keliling Indonesia Alwi Shihab dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jro Wacik, mereka meninjau kawasan wisata yang semula diusahakan oleh Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Lombok (PPL). ”Mereka adalah yang pertama ke Indonesia,” kata Alwi Shihab, di Pantai Serinting Lombok Tengah, waktu itu.
Kedatangan mereka ke Lombok menempuh 22 jam perjalanan dari negerinya menumpang pesawat khusus adalah bukti keseriusan minatnya setelah mendapatkan tawaran dari pemerintah Indonesia. ‘’Kami segera lakukan penjajakan usaha di sini,’’ ucapnya, menjelang meninggalkan bandara Selaparang, waktu itu. Apalagi, mereka mengakui keindahan dan keramahan yang didapatnya selama berada di selatan Lombok Tengah tersebut.
Sekretaris Jenderal World Association of Non-Govermental Organizations Taj Hamad yang menyertai kunjungan Mohamed bin Ali Alabbar juga mengutarakan kekagumannya. ‘’Tentu saja serius melakukan penjajakan. Ke sini kan memakan waktu dua puluh dua jam,’’ katanya.(supriyantho khafid)


