Jakarta - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menyediakan anggaran sebesar 4,2 Milyar Riyal atau setara dengan sekitar Rp 11 Trilyun untuk membangun proyek jamarat berlantai empat dengan berbagai fasilitas moderen. Tahun ini, sudah sekitar 80 persen fasilitas jamarat bisa dimanfaatkan. Meskipun fasilitas jamarat sudah bisa dimanfaatkan, namun, pemerintah Arab Saudi masih mengenakan pengetatan dalam melakukan pelontaran.
Menurut Dr. Ali Zainal Abidin, Wakil Menteri Pembangunan Kerajaan Arab Saudi, pembangunan gelombang kedua ini menghabiskan dana sebesar 800 juta Riyal dengan melibatkan 6.000 pekerja. Demikian seperti diberitakan harian Al-Watan edisi Jum’at, 7 Desember hari ini. Jamarat yang megah, memungkinkan jemaah haji akan tenang dalam melaksanakan ibadahnya.(depag/pinmas/Musthafa Helmy)

