MATARAM - Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah sudah mulai dibangun. Untuk mengantisipasinya, akses jalan juga sudah mulai dibangun. Antara lain dari arah Lembar Lombok Barat dan juga menuju ke kawasan wisata Mandalika di selatan Lombok Tengah. Dan yang terpenting adalah pasca pembangunannya, setelah bandara tersebut dioperasionalkan. Sebab, bisa dibayangkan, kalau pembangunan BIL tersebut selesai, akan ada kegiatan ekonomi yang pesat di sana.
”Supaya warga di sana tidak menjadi penonton, mulai sekarang kita harus menyiapkan capacity building dan community development,” ujar Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah NTB Lalu Bagus Windia, Rabu (5/12). Proyek BIL yang sedang digarap di atas lahan seluas 535 hektar tersebut diperkirakan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Jamal selesai dan sudah digunakan tahun 2009.
Windia yang kelahiran Sengkol di Kecamatan Pujut, 1961, mengemukakannya sewaktu berbicara masalah sumber daya manusia NTB pada Focus Group Discussion Perkembangan Ekonomi Regional NTB Per Semester Tahap II. Menurutnya, perlu disiapkan pendidikan dan keterampilan agar sumber daya manusia di daerah tersebut bisa siap terlibat. Apalagi, sudah banyak putra daerah setempat yang memiliki pendidikan kepariwisataan. ”Juga kesiapan sosial untuk menerima perubahan yang bisa dipastikan berjalan pesat,” katanya.
Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) ikut andil membiayai hingga Rp110 miliar. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyediakan dana Rp40 miliar. Pembiayaan seluruhnya direncanakan Rp665 miliar, diantaranya Rp515 miliar bersumber dari dana PT Angkasa Pura I sebesar Rp115 miliar dan pinjaman Rp400 miliar.
BIL yang dibangun untuk pengganti bandara Selaparang di Mataram luasnya mencapai 535 hektar atau dua kali lebih besar dari Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Sebagaimana diminta oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, panjang landas pacunya mencapai 3.000 meter dari semula direncanakan 2.750 meter setelah diperbaiki dari awal gagasan 2.500 meter. Ini menjadi salah satu syarat Emaar Properties, asal Dubai Uni Emirat Arab investor yang akan mendanai proyek seluas 1.250 hektar dikawasan wisata Mandalika di Lombok Tengah bagian selatan.
Kawasan wisata Mandalika membentang sepanjang 8-9 kilometer. Ada Kuta, Seger, Bunut, Aan yang pengembangannya semula ditangani oleh PT Pengembangan Pariwisata Lombok (PT PPL) atau lebih populer disebut Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) sebelum akhirnya diambil alih PT Perusahaan Pengelola Aset milik negara. Kawasan wisata Mandalika ini masuk dalam jajaran tiga top dari 119 kawasan wisata di Indonesia. Semula, semua perencanaan LTDC berdasar master plan seharga satu juta dolar AS rancangan dari Bell Collins-USA yang merupakan designer sembilan dari 25 resort terbaik di dunia, sudah rampung. Tetapi kemudian dirancang THG Gold Coast-Australia seharga 600 ribu dolar AS yang lebih ramah lingkungan. Rancangan kawasan 6.000 kamar ini tidak hanya ultra lux ekslusif tetapi kawasan yang bisa mengakomodir berbagai macam lapisan. Jadi ada lokasi-lokasi untuk bintang 5, dan ada bintang 4, 3, 2.
Waktu itu, LTDC sudah menginvestasikan dananya lebih dari US $ 100an juta. Kawasan ini dibagi tiga sektor. Sektor barat untuk hotel berbintang tiga ke bawah, sektor tengah kumpulan hotel berbintang tiga dan empat. Sedangkan sektor timur untuk hotel bintang lima ke atas. Di sana bakal ada lapangan golf 36 hole yang di design langsung oleh Jack Nicklaus senilai 1 juta USD.
Kalau semuanya terwujud, diyakini oleh Bayu Windia, terjadinya lompatan besar pembangunan daerah. Apalagi kalau nantinya di selatan Lombok juga bisa dibangun Dam Mujur di Praya Timur dan Dam Pandanduri Swangi di Lombok Timur yang telah menjadi impian petani dan memang telah dipersiapkan sejak puluhan tahun terakhir ini. Mereka yang tidak bisa terlibat langsung kepariwisataan tetap bisa menjadi petani. ”Kita akan bisa menatap tegak dan cerah. Betapa idealnya kalau itu terjadi,” ucapnya.(supriyantho khafid)


