MATARAM - Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama bulan September 2007 menurun hingga 10,02 point dibanding Agustus 2007. Kalau sebelumnya 41,03 persen melorot menjadi 31,01 persen. Dibandingkan periode September 2006 yang TPKnya 47,86 persen penurunannya sebesar 16,85 point. Namun sebaliknya, lama menginapnya selama September 2007 menjadi 2,77 hari atau bertambah 0,32 hari dari semula 2,45 hari pada bulan Agustus 2007. Jika dibandingkan September 2006 sebesar 3,57 hari, maka berarti terjadi penurunan sebesar 0,80 hari.
TPK tersebut menurut Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik NTB Sumarwiyanto, diperoleh dari 27 hotel berbintang yang ada di NTB. ”Jumlah tamunya pun yang menginap menurun,” ucapnya, pada pemaparan Berita Resmi Statistik, Selasa (4/12).
Kalau selama bulan Agustus 2007 yang menginap sebanyak 18.493 orang maka September 2007 lalu menjadi 12.832 orang – 69,38 persen wisatawan nusantara (wisnu) dan 30,62 persen wisatawan mancanegara (wisman). Berkurangnya kunjungan wisatawan ke NTB, adalah terbanyak wisnu sebanyak 31,13 persen dan wisman 28,98 persen. Jika kemudian dibandingkan September 2006 sebanyak 13.874 orang, maka penurunannya mencapai 7,51 persen.
Dari lima kelas hotel, kamar yang terbanyak diinapi adalah hotel bintang empat, 39,12 persen atau jumlah tamunya 7.268 orang. Sedangkan rata-rata lama tamu menginap terpanjang 3,02 hari di hotel bintang lima.(supriyantho khafid)


