Tingginya permintaan akan logam dan mineral dunia berakibat semakin pentingnya peranan pertambangan di bidang ekonomi. Pertambangan di Batu Hijau dilakukan untuk memperoleh bijih tembaga yang mengandung sedikit emas dan perak. Jenis-jenis logam ini mempunyai banyak kegunaan.
Tembaga digunakan pada generator dan motor listrik, maupun peralatan elektronik seperti televisi, radio, dan telepon. Selain itu, tembaga juga digunakan untuk membuat kawat listrik, dan beragam pipa untuk radiator mobil, mesin pendingin udara dan air. Emas tidak hanya digunakan sebagai perhiasan, tetapi juga digunakan sebagai bahan perawatan kesehatan gigi, peralatan elektronik seperti peralatan telekomunikasi, bahan pelapis satelit, serta untuk perawatan medis. Perak mempunyai banyak kegunaan, seperti pada berbagai peralatan listrik seperti telepon dan televisi, juga digunakan sebagai bahan dasar pembuat filem untuk fotografi.
Dampak positif
Penambangan menimbulkan berbagai dampak baik positif maupun negatif pada wilayah operasinya. Pertambangan juga menimbulkan dampak lingkungan dan sosial. Akan tetapi dengan menerapkan teknik penambangan yang modern dan komitmen terhadap pengembangan masyarakat, maka dampak positif akan dapat dimaksimalkan dan dampak negatif akan ditekan seminimal mungkin.
Beberapa dampak positif pertambangan antara lain terciptanya lapangan kerja, meningkatnya peluang usaha, pendapatan pajak, dan terpenuhinya akan kebutuhan logam penting.
Perencanaan yang teliti dan matang, dapat mengindentifikasi dampak yang ditimbulkan dan menjadi dasar untuk memaksimalkan dapat positif, serta memastikan bahwa tambang merupakan aset bagi masyarakat. Proyek Batu Hijau telah direncanakan dengan matang oleh PT Newmont Nusa Tenggara sehingga Provinsi Nusa Tenggara Barat dan masyarakat setempat dapat langsung memetik manfaat dari keberadaan tambang.
Peluang kerja bagi masyarakat
Pada 2003 lebih dari 30.000 tenaga kerja diserap oleh industri penambangan di Indonesia. Di Proyek Batu Hijau, PT Newmont Nusa Tenggara mempekerjakan 4.200 pekerja tetap dan 3.000 tenaga kerja kontraktor Indonesia. 60 persen diantaranya berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal ini memberikan manfaat ekonomi langsung bagi Provinsi Nusa Tenggara Barat serta meningkatkan keterampilan dan daya saing masyarakat setempat di bidang pekerjaan teknis.
Untuk meningkatkan peluang kerja bagi tenaga kerja asal Provinsi Nusa Tenggara Barat, calon tenaga kerja diseleksi untuk selanjutnya diikut sertakan dalam program pelatihan terakreditasi di tempat kerja. Program pelatihan meliputi program pelatihan mekanik alat berat, mekanik kendaraan ringan, pengelasan, mekanik instalasi dan instrumentasi listrik.
Pada tahun 2002, sertifikat pelatihan yang diakui secara internasional telah diberikan kepada 453 karyawan lokal yang tergabung dalam berbagai disiplin keahlian. Sementara pada 2003, sekitar 400 karyawan telah menerima sertifikat yang diakui secara internasional.
Selain itu, operasi tambang telah memberi peluang kerja baik langsung maupun tidak langsung bagi penduduk setempat. Peluang tersebut antara lain menjadi pemasok perlengkapan, bahan bangunan, bahan makanan atau kebutuhan lain bagi perusahaan. Di Proyek Batu Hijau, PT Newmont Nusa Tenggara telah menjalankan program Local Business Initiative (LBI), pengembangan kemampuan guna meningkatkan daya saing serta memastikan bahwa dengan kehadiran tambang kesempatan berusaha masyarakat setempat terbuka luas.(*)


