MATARAM - Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial Abu Rizal setuju menyiapkan bantuan rehabilitasi bangunan yang rusak terkena gempa di Kabupaten Dompu dan Bima. Diperkirakan menelan biaya lebih Rp90 miliar, dana yang dihitung berdasar kerugian 8.292 kepala keluarga atau 37.565 jiwa warga selain fasilitas umum baik milik pemerintah seperti sekolah dan kantor maupun tempat ibadah.
Sampai Jum’at (30/11) pagi, seperti laporan yang disampaikan Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) Nanang Samodra, 1066 bangunan rumah penduduk mengalami rusak berat di Kabupaten Dompu. Sedangkan di kota Bima 266 dan Kabupaten Bima 356 belum termasuk 244 rumah ibadah/kantor/sekolah yang mengalami kerusakan berat 67 unit, 11 rusak sedang dan 166 rusak ringan. Jumlah seluruhnya 7.347 rumah yang memerlukan rehabilitasi. ”Nantinya Menko Kesra akan melakukan verfikasi yang memerlukan bantuan,” ujar Nanang, seusai sosialisasi Pengembangan dan Pemanfaatan Jaringan Pengamatan Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika, Jum’at (30/11).
Rencananya, bantuan rehabilitasi korban gempa tektonik itu, dibangunkan rumah sederhana tahan gempa yang waktu proses konstruksinya cepat. Sudah diperoleh informasi adanya perusahaan yang bersedia membangun tiga rumah dalam sehari. ”Kami sudah minta dibangun prototype masing-masing satu di Dompu dan Bima,” ucapnya.
Gubernur NTB Lalu Serinata dan Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes yang sedang berada di Jakarta, disebutkan sedang mencari akses bisa mendapatkan bantuan makanan, obat-obatan dan rehabilitasi dari pemerintah pusat maupun sumber dana lainnya.
Adapun bantuan pangan yang bisa diterima korban, Departemen Sosial memastikan memberikan kewenangan Bupati Dompu Syaifurrahman Salman mengeluarkan jatah Kabupaten Dompu 100 ton beras dan Gubernur NTB juga sebesar 100 ton untuk keperluan bantuan korban gempa di Dompu. Korban gempa bumi tektonik di Kabupaten Dompu dilaporkan juga membutuhkan air minum, makanan siap saji, makanan pengganti air susu ibu dan makanan tambahan. Dari sisi kesehatan diperlukan MCK (mandi cuci kakus), alat-alat dan tenaga medis. ”Juga tidak kalah pentingnya, pembalut wanita,” ujarnya seusai Selain itu, penduduk korban gempa utamanya di daerah Kecamatan Kilo memerlukan tenda dan selimut.
Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat Nanang Samodra mengingatkan bahwa pengalaman di Yogyakarta, respon penanganan rehabilitasi sangat lama. Karena itu diharapkan penanggulangan rehabilitasi bangunan di Dompu lebih cepat dilakukan. Apalagi mengingat musim hujan yang dikawatirkan menambah sengsara warga yang rumahnya tidak bisa ditempati lagi.(supriyantho khafid)


