Washington DC- Gempa bumi yang berkekuatan 6,7 Skala Richter yang terjadi di barat laut kabupaten Dompu-Bima, Senin, 26/11 sangat menghawatirkan masyarakat Dompu-Bima yang ada di Washington, DC-USA. Betapa tidak, gempa yang menelan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan harta benda tersebut termasuk deretan gempa tektonik terbesar sepanjang tahun di dua kabupaten yang bermotto Nggahi Rawi Pahu dan Ngaha Aina Ngoho ini.
Gempa yang terjadi tengah malam tersebut cukup membuat masyarakat kabupaten Dompu dan Bima panik, karena sebagian besar masyarakat sedang tertidur pulas dan menyebabkan aliran listrik terputus. Kontan saja, masyarakat berhamburan keluar rumah untuk mencari perlindungan diri dengan cara masing-masing.
Musibah gempa bumi ini tidak saja merisaukan hati penduduk setempat, tapi juga sangat menghawatirkan keluarga besar Dompu-Bima yang berada di Amerika Serikat. ”Saya hendak berangkat kerja dan masih berada di Apartemen, tiba-tiba dikagetkan oleh bunyi SMS dari salah satu anggota keluarga di tanah air mengenai gempa bumi,” ungkap Sayit Abdul Karim, salah satu anggota masyarakat Kempo-Dompu yang bermukim di Washington DC-USA.
”Segera setelah menerima informasi gempa bumi, saya langsung memforward SMS tersebut kepada rekan lain untuk segera menghubungi tanah air guna mengetahui keberadaan keluarga masing-masing,” tambah Yek Karim, yang juga mantan penerjemah PT Newmont Nusa Tenggara.
Masyarakat Dompu yang berada di Amerika cukup merasakan kesengsaraan dan penderitaan masyarakat setempat akibat bencana ini. Karena melihat lokasi sumber gempa yang begitu dekat dengan teritorial Dompu, yaitu berada 48 kilometer barat laut Dompu berpusat di kedalaman 15 kilometer dasar laut. Gempa yang meluluhlantakan asset dan menelan korban jiwa ini telah menambah daftar panjang penderitaan masyarakat Dompu-Bima.
”Berbagai upaya telah kami lakukan untuk membantu para korban yang terkena musibah, baik secara moril maupun materiil,” ungkap Andi, Suharnadi, Ige dan Ahmad, masyarakat Dompu yang juga bermukim di Washington, DC.
Kami semua berharap agar keluarga yang terkena musibah tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi cobaan ini. Dan semua elemen masyarakat dan pemerintah agar bahu membahu bekerjasama dalam membantu para korban gempa untuk keluar dari penderitaan panjang ini. Kita semua sedang diuji oleh Allah SWT, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari musibah ini.(*)


