DOMPU - Warga Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu mengungsi ke gunung-gunung di sekitar desa masing-masing. Hampir seluruh rumah batu di enam desa di sepanjang pantai Teluk Sanggar dalam kondisi rusak berat. Walaupun tidak ambruk tetapi sudah tidak dapat dihuni karena retak pada seluruh bagian temboknya. Kayu kap atap rumah banyak yang patah.
Kondisi yang demikian terjadi mulai dari ujung selatan barat di desa-desa Mbuju,Taropo, Keramat, Melaju, Lasi dan Kiwu di ujung utara timur Kecamatan Kilo. ”Kami memerlukan uluran bantuan,” kata Kepala Desa Kiwu Nur Sayuti, wanita berusia 36 tahun sewaktu ditemui di depan kantor desa yang ambruk seluruhnya.
Yang di samping kirinya adalah masjid Al Huda, polindes, dan di sebelah kanan antara lain SDN 4 Kilo yang seluruh enam ruang kelas, satu ruang administrasi/guru dan satu ruang perpustakaan - ini nilainya Rp150 juta - yang dananya bantuan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Nusa Tenggara Barat belum diserah terimakan.
Sepanjang hari Selasa (27/11), warga di enam desa di Kecmatan Kilo yang diperkirakan berdekatan dengan lokasi pusat gempa, mulai membenahi ceceran atap genteng, mengeluarkan perabotan rumah termasuk bantal guling dan kursi. ”’Kami tidak berani menempati rumah ini,” kata Fatimah Safarudin, menangis sambil menggendong anaknya ketiga, Heni Afian, empat tahun. Istri buruh tani ini mengaku dirinya miskin tidak memiliki tempat lain untuk hidup selain rumah lamanya yang berukuran enam kali sembilan meter.
Belum ada yang pasti mengenai kerusakan yang dialami penduduk di Kecamatan Kilo. Terjadi kesimpang siuran data laporan korban meninggal, luka-luka dan kerusakan. Kapolsek Kilo Ajun Komisaris Pol Soenardi memiliki data sendiri yang dilaporkan ke atasannya. Yaitu rusak berat rumah penduduk hanya 50 unit dan rusak ringan 643 unit. Mapolsek Kilo juga tidak dapat lagi dipertahankan lagi kecuali dirobohkan dan dibangun baru.
Korban meninggal seorang anak namanya lain, kalau semula disebut Misnah, 1,5 tahun ternyata berbeda yaitu Muhammad Arafah alias Randi, usia empat tahun. Dan yang luka berat 12 orang.(supriyantho khafid)


