MATARAM - Sepanjang Ahad (25/11) malam hingga Senin (26/11) subuh tadi pagi terjadi tiga kali goncangan gempa melanda Nusa Tenggara Barat. Terakhir, goyangan gempa selama sekitar lebih 10 detik terjadi dan dirasakan di beberapa kota di Nusa Tenggara Barat, Senin (26/11) subuh sekitar pukul 03.53.10 Waktu Indonesia Tengah. Gempa yang berkekuatan 6,8 skala richterÿtersebut membangunkan warga dari tidurnya.
Seorang balita usia satu tahun di Desa Kiwu Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu dilaporkan meninggal tertimpa bangunan rumah. 200 rumah diantaranya satu bangunan polindes dan masjid rata dengan tanah di Desa Losi 40 rumah rusak dan mengakibatkan empat orang luka berat. Sedangkan di Desa Mbuju, 20 orang yang mengalami luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit di Dompu.
Pusat gempanya, 8.11 Lintang Selatan 118.52 Bujur Timur atau 48 kilometer barat laut Raba Bima Nusa Tenggara Barat berada di kedalaman 45 kilometer. Data Badan Meteorologi Geofisika menyebutkan gempa tersebut memiliki potensi terjadinya tsunami. ”Besar sekali gempanya dan lama,” kata Ama Nana, warga Kelurahan Dasan Agung Mataram sambil menggendong anak balitanya, keluar rumah.
Menurut Wakil Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nusa Tenggara Barat Heryadi Rachmat, sudah diperoleh informasi dari kota Bima dan Dompu. ‘Terjadi kerusakan berat di Kecamatan Kilo dan Dompu,” katanya sewaktu dihubungi, Senin (26/11).
Seorang warga Dompu yang juga staf Pemerintah Kabupaten Dompu Haji Agus Suryanto membenarkan kejadian gempa mengakibatkan setidak-tidaknya adanya kerusakan rumah yang mengalami retak-retak di sekitar kota Dompu. ”Tapi info selengkapnya nanti setelah semua laporan masuk jam 07,” ujarnya.
Sebelumnya, juga telah terjadi dua kali gempa yang pusat gempanya di barat laut Raba Bima Nusa Tenggara Barat. Pertama terjadi Ahad (25/11) pukul 00.02.20 Waktu Indonesia Tengah, kekuatannya 6,7 skala richter di kedalaman 50 kilomter, lokasinya 50 kilometer barat laut Raba atau 8.27 Lintang Selatan - 118.35 Bujur Timur. Yang kedua, terjadinya Senin (26/11) dini hari pukul 01.15.10 Waktu Indonesia Tengah, berkekuatan 5,0 skala richter di kedalaman 50 kilometer dan lokasi pusatnya 44 kilometer barat laut Raba.(supriyantho khafid)


