MATARAM - Sekitar 500an rumah penduduk yang tersebar di Kecamatan Kilo, Kecamatan Woja, Kecamatan Manggelewa, Kecamatan Kempo dan Kecamatan Dompu rata tanah akibat goyangan gempa yang terjadi sejak Ahad (25/11) malam. Korban jiwa satu balita usia setahun dan tujuh orang luka berat dan lebih 50an orang mengalami luka ringan.
Data tersebut disampaikan Bupati Dompu Syaifurrahman Salman yang dihubungi melalui telepon sewaktu melihat korban di Puskesmas Kilo, Senin (26/11) tengah hari. ”Terparah di Kilo. Lebih 200 rumah roboh,” ujarnya. Tetapi belum semua data korban telah diterimanya. Menurutnya, tidak semua penduduk dibawa menjalani perawatan ke puskesmas dan RSU Daerah Dompu karena ada yang ketakutan.
Disebutkannya, kondisi di Kecamatan Kilo, kantor dan rumah camat, masjid dan bangunan SD Kiwu dan kantor desa Kiwu juga ambruk. Untuk menangani pertolongan dan pengungsian, Pemerintah Kabupaten Dompu telah mendirikan tenda dan juga bantuan makanan instan berupa mie dan beras.
Sekitar pukul 10.35 Waktu Indonesia Tengah, juga terjadi gempa susulan yang besarnya dilaporkan sama seperti sebelumnya. Senin (26/11) subuh sekitar pukul 03.53.10 Waktu Indonesia Tengah, gempa ketiga yang berkekuatan 6,8 skala richter. Pusat gempanya, 8.11 Lintang Selatan 118.52 Bujur Timur atau 48 kilometer barat laut Raba Bima Nusa Tenggara Barat berada di kedalaman 45 kilometer. Atau jaraknya 280 kilometer arah timur dari kota Mataram.
Sebelumnya, juga telah terjadi dua kali gempa yang pusat gempanya di barat laut Raba Bima Nusa Tenggara Barat. Pertama terjadi Ahad (25/11) pukul 00.02.20 Waktu Indonesia Tengah, kekuatannya 6,7 skala richter di kedalaman 50 kilomter, lokasinya 50 kilometer barat laut Raba atau 8.27 Lintang Selatan - 118.35 Bujur Timur. Yang kedua, terjadinya Senin (26/11) dini hari pukul 01.15.10 Waktu Indonesia Tengah, berkekuatan 5,0 skala richter di kedalaman 50 kilometer dan lokasi pusatnya 44 kilometer barat laut Raba.
Laporan sebelumnya, seorang balita usia satu tahun di Desa Kiwu Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu dilaporkan meninggal tertimpa bangunan rumah. 200 rumah diantaranya satu bangunan polindes dan masjid rata dengan tanah di Desa Losi 40 rumah rusak dan mengakibatkan empat orang luka berat. Sedangkan di Desa Mbuju, 20 orang yang mengalami luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit di Dompu.(supriyantho khafid)


