Madinah - Bagi warga pendatang, baik yang tengah melaksanakan ibadah haji maupun umrah, tinggal di kota Yatsrib - yang kemudian lebih dikenal dengan Madinah Almunawaroh - akan merasakan betapa sejuk dan damai yang sulit diungkapkan atau diabstraksikan bagi setiap orang tentang pengalamannya di kota itu.
Sulit rasanya mengungkapkan perasaan hati betapa nyamannya berada di kota Madinah. Jadi, sangat tidak heran jika kota ini dijadikan kota suci kedua setelah Makkah Almukarramah. Di kota ini, warga Madinah terkenal ramah dan berakhlak mulia. Jika di lapangan di temui pertengkaran, dalam hitungan detik terlihat sudah saling bermaafan.
Ungkapan kata sabar kerap dilontarkan tatkala menyaksikan dan mendengar rekan atau lawan bicara dengan nada mulai meninggi. “Sobur-sobur,” begitu suara orang Arab ketika mengingatkan rekan lawan bicara tengah mulai marah.
Penetapan bahwa Madinah sebagai kota kedua bukan ditetapkan melalui legalisasi dari pihak otoritas setempat, atau Pemerintah Saudi Arabia. Kota ini dijadikan kota suci kedua oleh Nabi Muhammad SAW dan menjadikan tempat tinggal sejak 622 M. Karena itu kota ini juga disebut sebagai kota Nabi.
Rasa nyaman yang dirasakan manusia di muka bumi yang bertandang ke kota tersebut tak terlepas dari doa Rosullah SAW yang meminta kepada Allah agar kota tersebut diberi keberkahan dan ketentraman bagi penduduknya. Dari kota Madinah itu pula agama Islam memancar ke seluruh belahan bumi.
Tak berlebihan, banyak warga Muslim di tanah air menginginkan suasana seperti itu dengan menyebut daerahnya sebagai Serambi Makkah untuk Aceh dan serambi Madinah bagi propinsi Gorontalo.
Dan, di kota ini pulalah jasad Nabi Muhammad SAW dimakamkan dan hampir seluruh jamaah haji ke Madinah dalam rangka berziarah ke makan Nabi Muhammad SAW.
Pada musim haji 1428 H/2007, kota Madinah terus berbenah. Berbagai bangunan dirobohkan. Peralatan berat siang malam, meski cuaca mulai dingin dan angin bertiup kencang, para pekerja dari berbagai negara tetangga ambil bagian mempercantik kota Madinah. Cuaca di Madinah, tercatat suhu udara maksimum 19 derajat, minimum 15 derajat Celcius dengan kelembaban 81 derajat. Angin bertiup cukup kuat, sehingga debu dari bangunan yang dibongkar sangat terasa tersedot ke hidung.
Karena itu, Konjen RI di Jeddah - tatkala menyambut kedatangan jemaah RI kloter pertama - sudah mengingatkan agar jemaah menjaga kesehatan dengan mengenakan masker ketika keluar dari pemondokannya masing-masing.
Para jemaah haji 1428 H/2007, seperti diakui seorang calon haji asal Pasuruan, Ngatino, akan merasa betah tinggal di Masjid Nabawi. Di masjid ini pula para jamaah berusaha untuk melaksanakan akan memperoleh pahala berlipat ganda. Hal ini memang sangat sesuai dengan Hadist Nabi Muhammmad bahwa pahala di masjidku adalah seribu kali lebih baik daripada sholat di masjid lain kecuali Masjidil Haram.
Ziarah Makam Nabi
Setiap memasuki acara shalat lima waktu, jemaah memenuhi masjid ini. Terasa nyaman. Berzikir dan sholat pun terasa hati mantap. Jutaan orang dari berbagai bangsa, tanpa mengenal ras atau pun suku, duduk sama rendah di hadapan Allah di dalam masjid tersebut. Mereka berdesakan, namun tak memperlihatkan rasa ketersinggungan. Semua melakukan hal itu dengan penuh ikhlas.
“Ini semua karena kebesaran Allah semata,” ungkap seorang jamah sholat subuh, Rabu pagi (21/11).Di dalam Masjid Nabawi itu ada sebuah tempat, yang dikenal sebagai Raudha. Bagi jemaah pasti akan paham bahwa tempat tersebut ditandai tiang-tiang putih. Berada di antara rumah Nabi (sekarang makam Rosulllah SAW) sampai mimbar. Luas Raudhah dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 15 meter.
Di tempat inilah jemaah berebut untuk sholat sunat, karena di tempat itulah doa seseorang akan makbul. “Biarlah, saya berdesak-desakan, asal dapat sholat di situ,” kata Amir, warga Malaysia yang memaksakan diri untuk masuk sejak Subuh.
Meski petugas berwajib di masjid tersebut membatasi ruang gerak jemaah agar tak merangsek ke ruang raudhah, tetapi jemaah tak mempedulikannya. Tulisan berbahasa Melayu yang berisi imbauan agar tak saling dorong tak diabaikan. Banyak orang menangis tatkala melihat makam Rosullah dan terus mengucakan shalawat tak henti-hentinya.
Makam Nabi Muhammad SAW, dahulu dikenal sebagai Maqsurah. Setelah masjid diperluas, makam itu memiliki tiga pintu: At-Taubah, Fatimah, Tahajjud dan Raudhhah. Di dalam ada makam Nabi Muhammmad, sahabat Nabi Abu Bakar Assidiq, Umar Ibnu Khattab
Itulah kelebihan di Masjid Nabawi. Keistimewaan lainnya di kota Madinah adalah masjid Quba, Masjid Jumat, Ghamamah, Masjid Qiblatain, Masjid Abi Dzar, Masjid Miqot, Masjid Ijabah, Jabal Uhud dan makam Baqi. Bagi jemaah haji, rasanya juga tak akan terasa lengkap bila tak berkunjung ke tempat-tempat tersebut.(pinmas depag ri/Edy SS/MCH Mekkah)

