Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Sunday, 25 November 2007 • AGAMA

Madinah - Ka’bah disebut juga Baitullah (Rumah Allah) atau Baitul ‘Atiq (Rumah Kemerdekaan) merupakan kiblat sholat umat Islam, merupakan bangunan utama di atas bumi yang digunakan utk menyembah Allah SWT. Ka’bah dibangun berbentuk kubus dibangun di atas dasar fondasi yang kokoh yang terbuat dari batu-batu besar yang berasal dari gunung-gunung di sekitar Mekah.

Dinding-dinding sisi Ka’bah ini diberi nama khusus yang ditentukan berdasarkan nama negeri ke arah mana dinding itu menghadap. terkecuali satu dinding yang diberi nama “Rukun Hajar Aswad”.

Adapun keempat dinding atau sudut (rukun) tersebut adalah : Sebelah Utara Rukun Iraqi (Irak), Sebelah Barat Rukum Syam (Suriah), Sebelah Selatan Rukun Yamani (Yaman), dan Sebelah Timur Rukun Aswad (Hajar Aswad).

Sejak Nabi Ismail, keempat sisi Ka’bah diberi penutup yang dinamakan Kiswah yang terbuat dari sutra asli dan dilengkapi dengan kaligrafi dari benang emas. Dalam satu tahun Ka’bah ini dicuci dua kali, yaitu pada awal bulan Dzul Hijjah dan awal bulan Sya’ban.

Tinggi kiswah mencapai 14 meter, dan sepertiganya yang di atas merupakan sabuk pengikat kiswah yang lebarnya sekitar 95 centimeter yang bertuliskan di atasnya dengan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan benang perak yang dilapis dengan emas yang panjangnya sekitar 47 meter dan terdiri dari 16 biji.

Di bawah pinggang Ka’bah yang terletak di pojok tertulis surat Ikhlas dengan dihiasi ukiran-ukiran Islam¦ di samping ada 6 tulisan ayat-ayat suci Al-Qur’an yangh masing-masing terpisah satu sama lainnya dan pada jarak yang memisahkan antara satu dengan lainnya bertuliskan lafadh-lafadh dan kata-kata yang berbau Islam dengan memakai tulisan Al-Tsulut, yaitu salah satu tulisan Arab yang baik dan indah.

Tutup pintu Ka’bah dinamakan Al Barq terbuat dari kain sejenis sutra berwarna hitam, yang pembuatannya sangat menarik yang ditulisi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan dilapisi dengan ukiran.

Sejak tahun 1938 (1357 H), kiswah diproduksi di sebuah pabrik yang terletak di pinggir kota Mekkah. Menurut yang pernah melihat pabrik itu, suasananya sepintas tak berbeda jauh dengan suasana pabrik atau sentra pertenunan pada umumnya.

Di sudut-sudut ruang yang mirip hanggar pesawat terbang, ada tumpukan benang dan mesin-mesin tenun modern pemroses kain. Mesin-mesin modern itu dikawani oleh puluhan alat tenun bukan mesin yang dioperasikan secara manual dengan roda pintal yang diputar secara manual.

Di area sekitar 10 hektar itu, sekitar 240 orang yang terdiri dari warga Negara Arab Saudi pengrajin kiswah dikaryakan. Banyaknya pekerja menandakan bahwa kiswah merupakan karya massal. Di sanalah semuanya disiapkan, mulai dari perencanaan, pembuatan gambar prototipe kaligrafi, pencucian benang sutera, perajutan kain dasar, pembuatan benang dari berkilo-kilo emas murni sampai penyulaman dan penjahitan akhir.

Pada tahun 1972 M (1392 H), Wakil Perdana Menteri ke-2 yang juga Menteri Dalam Negeri, Khadimul Haramain Al-Syarifain meletakkan batu pertama pembangunan pabrik pembuatan kiswah Ka’bah yang baru dengan diperlengkapi peralatan tenun dan pembuatan perhiasan, kemudian diresmikan pada tahun 1975 M (1395 H) oleh Khadimul Haramain Al-Syarifain yang saat itu menjadi Putra Mahkota dan Wakil Perdana Menteri.

Pabrik ini setiap tahunnya menghasilkan empat potong pertahun dengan rincian seperangkat kelambu untuk makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi Madinah, seperangkat kelambu al-burku (kiswah bagian dalam yang juga berbahan sutera) dan dua perangkat kiswah hitam bagian luar. Satu dipakai, satu lagi disimpan untuk cadangan.

Untuk sebuah kiswah minimal diperlukan sekitar 600 meter atau sekitar 670 kg kain sutera buatan sendiri yang terdiri dari 47 potong kain yang masing-masing berukuran panjang 14 meter dan lebar 95 cm. Ukuran itu sudah disesuaikan untuk hajat menutupi bidang kubus Ka’bah pada keempat sisinya. Sedangkan untuk hajat sulaman emas diperlukan sampai 120 kg emas (sebagian lagi ada yang menyatakan hanya 50 kg emas saja). Keseluruhan bidang kiswah dibordir oleh tangan-tangan trampil yang bekerja secara tekun. Semuanya dibiayai oleh Jawatan Wakaf Kerajaan Arab Saudi yang konon kabarnya pembiayaan untuk satu kiswah sekitar SR 20 juta.

Ketika musim haji tiba, jutaan manusia dari segala penjuru bumi berkumpul di Masjidil Haram dan sekitarnya, satu tempat yang disyariatkan sebagai satu-satunya tempat pelaksanaan haji.

Usai melaksanakan thawaf, sa’i, melempar jumrah dan hingga wukuf di padang Arafah pada tarikh 10 Dzulhijjah, para jamaah haji mulai bersiap untuk kembali ke negerinya masing-masing.

Bagi mereka yang pernah berhaji, mendengar potongan kain penutup Ka’bah dijual tentu bukan suatu perkara baru. Tapi bagi mereka yang awam, tentu akan timbul pertanyaan: Bagaimana bisa, kain penutup Ka’bah kok dijual?

Sebenarnya, yang dijual itu hanyalah potongan kiswah yang sudah “pensiun” menjadi pakaian bagi Ka’bah, bukan kiswah yang masih dalam “masa dinas.” Pasalnya, setiap tahun pakaian Ka’bah yang sekarang ini dibuat dengan biaya sebesar SR 20 juta harus diganti dengan kiswah yang baru.

Dalam catatan “Ensiklopedi Islam”, tradisi penggantian kiswah pada setiap tahunnya sudah dimulai sejak masa Khalifah Al-Mahdi yang masih termasuk dalam trah Dinasti Abbasiyah.

Ketika Khalifah al-Mahdi naik haji, penjaga Ka’bah melapor kepadanya tentang perihal kiswah yang pada saat itu sudah mulai rapuh dan dikhawatirkan akan jatuh.

Mendengar kenyataan yang memprihatinkan itu, Al-Mahdi lalu memerintahkan agar setiap tahun, kiswah bagi Ka’bah diganti.

Sejak itulah kiswah Ka’bah diganti pada setiap tahunnya, bertepatan dengan musim haji. Para khalifah Dinasti Abbasiyah yang menjadi pelanjut Al-Mahdi kemudian membuatkan kiswah-kiswah mewah yang terbuat dari sutera hitam untuk Ka’bah. Hingga pada masanya dinasti ini melemah, tanggung jawab mengadakan kiswah diambil alih raja-raja Yaman, kemudian raja-raja Mesir, dan kini tentu saja menjadi tanggung jawab pemerintah Kerajaan Arab Saudi (pinmas depag ri/Azwar/MCH Madinah).

1 Comment »
  • pak, saya membutuhkan ukuran sisi-sis kabah, dimensinya. Apabila ada informasi tentang panjang ke-empat sisi ka’bah.
    Untuk tinggi-nya saya sudah mendapatkannya.

    Saat ini saya kuliah di Pasca Sarjana ITB - Digital Media dan Game Technology

    Saya dan tim sedang membuat Pembelajaran Manasik Haji dengan metode game.

    Terima kasih

    Comment by erwi abdulrahman — November 12, 2008 @ 2:32 pm

  • Leave a comment

    You must be logged in to post a comment.

    Recent Comments
    » LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
    11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
    » KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
    11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
    » PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
    11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
    » BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
    11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
    » PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
    11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
    Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge