Madinah - Seorang calhaj Muktamad bin Mahyudin (52), kloter 15 Surabaya, asal Bengkel Timur Bengkel Labuapi, Lombok Barat, NTB wafat di RS. Al-Anshar, Sabtu (24/11) pukul 07.00 WAS.
H. Muhammad, Ketua kloter SUB-015 di pemondokannya di Madinah mengatakan, almarhum wafat setelah sempat terjatuh pada saat akan melaksanakan ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW dan Raudah yang letaknya tidak jauh dari Masjid Nabawi.
Secara kronologis, H. Muhammad menceritakan peristiwa yang dialami almarhum yakni, usai melaksanakan salat subuh Muktamad bin Mahyudin beserta rombongan berdesak-desakan bersama calhaj dari Negara lain.
Muktamad terjatuh sekitar tiga meter dari pintu keluar Masjid Nabawi akibat berdesak-desakan dan sempat tidak sadarkan diri sebelum dilakukan pertolongan pertama oleh petugas haji Indonesia .
Muktamad segera dievakuasi ke RS. Al-Anshar dengan mobil ambulans yang telah disiapkan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut oleh dokter kloter, H. Tris Cahyoso, tetapi kondisi almarhum semakin menurun hingga wafat dan dimakamkan dipemakaman Baqi di Madinah.
Berdasarkan data yang dikumpulkan MCH melalui Sistim Koordinasi Haji Terpadu (Siskohat) Depag Daker Madinah, disebutkan data medis almarhum wafat disebabkan pernapasan paru-paru dan dada tersumbat.
Dengan kejadian ini, Media Center Haji (MCH) Daker Madinah menghimbau kepada para jamaah calhaj asal Indonesia dengan semakin banyaknya jamaah calhaj dari berbagai negara yang tiba di Madinah agar berhati-hati dan tidak ikut berdesak-desakan dengan jamaah lain yang tubuhnya lebih besar.
Dengan wafatnya Muktamad bin Mahyudin, maka hingga saat ini telah empat jamaah yang wafat di Madinah.(pinmas depag ri/Azwar/MCH Madinah)


