MATARAM - Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah ditetapkan menjadi pusat pembibitan padi dan jagung hybrida. Tenaga ahli dari Cina akan membantu menanganinya. Lokasinya yang dipilih Kabupaten Lombok Tengah. Pemerintah pusat mendukung melalui Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), Cadangan Benih Nasional (CBN) dan Badan Penanggulangan Bencana Alam. Hasilnya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri namun juga disuplai ke luar daerah.
Proyek pusat pembibitan padi dan jagung hybrida ini menerima bantuan P2BN sebesar Rp42 miliar. CBN membagi setiap kabupaten kota di NTB masing-masing 35 ton dan dana APBN yang dihitung cukup untuk kebutuhan setiap petani NTB yang menanam seluas 341.000 hektar tanaman padi dan 150.000 hektar tanaman jagung. ”Yang penting semuanya bisa diterima petani,” kata Kepala Dinas Pertanian NTB Masyhur.
Menurutnya, pusat pembibitan ini dalam rangka pencapaian produksi nasional mencapai dua juta ton beras. NTB ditargetkan menghasilkan tambahan sebanyak 40.000 ton beras. Program pusat pembibitan padi dan jagung hybrida ini sudah berlangsung secara bertahap sejak 2006 lalu. Tahun pertama dicoba 50.000 hektar namun pencapaiannya 100.000 hektar.
Selain beras, Badan Urusan Logistik juga akan membeli produksi jagung NTB. Ini merupakan peluang pasar. Rata-rata produksi jagung petani mencapai lima ton (supriyantho khafid)


