Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Sunday, 18 November 2007 • INTERNASIONAL

Pagi itu, Rabu (14/11), pukul 10 Waktu Singapura. Bus wisata Volvo Euro 4 Classic berpelat nomor PC 7070 X itu berkecepatan terjaga (maksimal) 60 kilometer meninggalkan Harbour Front Centre menyusuri jalan. Di dalamnya, 33 orang peserta press trip dari Nusa Tenggara Barat. ”Bis ini baru tiga hari jalan,” ujar Hardi, 53 tahun - yang pagi itu memandu perjalanan wisata sehari para wartawan dan kepala bagian humas itu.

Hari itu, kami melakukan wisata sehari, dimulai pagi hari dan meninggalkannya pada malam hari. Jalanan yang lalu lintasnya tertib, tidak semrawut membuat lancar perjalanan. Dari lalu lintas transportasinya, Jakarta ketinggalan. Di sana, panjang jalan lebih dari 3.000 kilometer. Jika terbentang dari ujung ke ujung, ini mencakup jarak dari Singapura ke Hong Kong.

Walaupun Singapura sebagai negara pulau - juga memiliki 63 pulau kecil, inilah satu diantara 20 negeri kecil di dunia, selain Monaco yang paling padat penduduknya. Luasnya, 682,7 kilometer persegi yang kepadatan penduduknya 6.430 orang per kilometer persegi. Sensus di tahun 2000 menunjukkan bahwa penduduk Singapura sebanyak 4,2 juta jiwa.

Negeri yang merdeka, 9 Agustus 1965 itu, bisa dibilang lalu lintasnya tidak semrawut seperti Jakarta yang penuh kemacetan di sana sini. Keberhasilan Singapura tidak lain karena sangat maju moda transportasinya, tanpa ada kemacetan. Betapa tidak. Di sana, ada MRT (mass rapid transit) yang terletak di bawa tanah yang setiap harinya mengangkut 1,2 juta jiwa penduduknya. Moda lain, adalah bis yang setiap harinya ada 800 bus pada 74 rute yang melayani tiga juta jiwa.

Ya, MRT pertama kali dibuka pada tahun 1987 dengan jalur antara Yio Chu Kang dan Toa Payoh. 51 stasiunnya berada di bawah tanah maupun permukaan tanah. merupakan sistem sejenis tertua kedua di Asia Tenggara setelah Manila.

Separo perjalanan sehari itu, menggunakan bus tersebut menelusuri jalan yang sebenarnya juga tidak semuanya bisa dikatakan lebar. Namun, arus lalu lintasnya memang dibuat satu jalur. Seperti ke Mount Faber yang dari sana bisa melihat suasana pelabuhan dari ketinggian bukit yang hanya 105 meter. Bukit Timah yang tertinggi, 164 meter.

Kemudian, selepas dari Mount Faber, masih menumpang bus Volvo, perjalanan dilanjutkan ke Merlion Park - yang menampilkan tugu simbol Singapura berbentuk ikan dan singa yang berada di pinggir sungai. ”Kalau ke Singapura mesti ke sini,” kata Hardi. Deretan bus membawa wisatawan mancanegara tidak membuat macet jalanan jembatan tua di di bawah Esplanade Drive Road.

Seterusnya, bus melenggang menelusuri jalan di New Bridge Road di kawasan China Town, singgah di toko cinderamata Lai-Lai. Begitu semua penumpangnya turun, bus yang disupiri Yeoh Thiam Sin, 50 tahun, menghilang. ”Nanti kalau sudah selesai belanja, akan datang lagi setelah saya telpon,” kata Hardi. Perginya bus tersebut, tentu untuk menempatkan pada lokasi parkir yang ditentukan. Jadi jalanan di depan Lai Lai memang tidak menjadi macet. Demikian seterusnya hingga melewati Arab Street, Little India dan makan siang di Reykio Inn yang terletak di Prinsep St, Yeoh Thiam Sin membawa busnya menjauh dan datang setelah rombongan selesai makan. Demikian seterusnya, sewaktu berada di kawasan Mustafa Centre atau Serangoon Plaza - pusat perbelanjaan di Serangoon Road dan Syed Alwi Road.

Dari sinilah, kami menyoba menumpang MRT. Berjalan kaki sekitar 500 meter mendatangi stasiun Farrer Park yang berkode NE8 menuju kawasan perbelanjaan terkenal di Orchard Road. Ada tiga stasiun yang dilalui. Pertama Little India (NE7) kemudian Dhoby Ghaut (NE6/NS24) yang merupakan persimpangan pergantian kereta untuk sampai di stasiun Sommerset (NS23). Tarifnya, S $ 1. ”Kalau pagi, yang naik kereta ini seperti sarden,” kata Hardi menyebut padatnya penumpang pada jam sibuk ke kantor.

Tidak macetnya jalanan di Singapura ini, diukur banding dengan Jakarta yang penuh mobil pribadi, barangkali pula mahalnya harga mobil baru. Untuk bisa memiliki sebuah mobil Toyota 1600 CC harganya S $ 80.000 atau Rp496 juta. Sedangkan yang lebih bagus harganya Mercy S $ 300.000 atau Rp1,86 miliar.

Kalau di Jakarta ada kawasan 3 in 1. Maka kendaraan di Singapura dikenai biaya S $ 2 sewaktu memasuki restricted zone. Semuanya dilakukan secara elektronik yang otomatis menghitung setiap memasuki jalan tertentu. ”Kalau kartu bayarnya tidak menyukupi, akan dilakukan penagihan ke rumah,” ujar Hardi.

Bisa jadi, pembatasan jumlah kendaraan juga karena tingginya beban pajak kendaraan. Misalnya untuk kendaraan 1.600 CC sebesar S $ 1.600 atau Rp9,92 juta dan bus S $ 7-10 ribu. Sedangkan yang dipungut setahunnya kemudian, mencapai 20 persen pada tahun pertama, 20 persen pada tahun kedua, bertambah besar pada tahun ketiga menjadi 30 persen dan seterusnya tahun keempat sebesar 40 persen.

Pukul 19.00 Waktu setempat, bus wisata Volvo Euro 4 Classic berpelat nomor PC 7070 X seharga S $ 300.000 atau Rp1,86 miliar itu datang menjemput kami membawa ke Harbour Front Centre. Tepat pukul 22.00 kapal feri Jet Flyte 2 meninggalkan meninggalkan dermaga menuju Pelabuhan Batam Center. Selesailah perjalanan wisata sehari di kota Singa yang tanpa macet itu.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge