MATARAM - Suhu politik sudah semakin meningkat menjelang pemilihan umum Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2008-2013. Isu sudah berkembang. Tiga orang pejabat Gubernur NTB Lalu Serinata, Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes, dan Sekretaris Daerah NTB Nanang Samodra masing-masing maju sebagai bakal calon. Isu pun berkembang. Muncul lagu-lagu berbahasa daerah yang menyudutkan bakal calon yang lain.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) Komisaris Besar Pol Lalu Suprapta dan Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes mengatakannya sewaktu berbicara di depan peserta konsultasi publik Komisi Pemilihan Umum Daerah NTB, Kamis (1/11) pagi. ”Suhu politik meningkat. Tumbuh riak-riak politik. Tapi ini sesuatu yang wajar,” ujar Lalu Suprapta.
Meningkatnya suhu politik itu disebabkan adanya tiga pejabat yaitu Gubernur NTB Lalu Serinata (Lombok Timur), Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes (Sumbawa), Sekretaris Daerah NTB Nanang Samodra (Lombok Timur) bakal ikut menjadi calon. ”Terjadi kompetisi,” katanya.
Ada kegiatan deklarasi, lamar melamar bakal calon dan partai pendukungnya, berdirinya posko tim sukses, pendekatan koalisi dan penyelenggaraan musyawarah partai, konvensi menjaring calon diprediksi oleh polisi berakibat terhadap situasi daerah.
Menurutnya, seluruhnya ada 12 nama yang dicatatnya muncul sebagai bakal calon sudah bakal maju memperebutkan kursi Gubernur NTB. Lainnya adalah bekas Gubernur PTIK Prof.DR.Irjen Pol Farouk Muhammad asal Bima, Tuan Guru Kiyai Haji Zainul Majdi dari Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur, Sekretaris Dirjen PLS Departemen Pendidikan Nasional DR.Zaini Arony asal Lombok Barat, bekas Gubernur NTB periode 1998 - 2003 Harun Al Rasyid (Bima), Deputi BKKBN Lalu Sudarmadi (Lombok Timur), Walikota Mataram Moh.Ruslan (Mataram), Pimpinan Lombok Post Ismail Husni (Lombok Timur), anggota DPRD Lombok Tengah Lalu Ranggalawe yang memenangkan gugatan calon independen, dan Rektor Universitas Mataram Prof.DR.Mansur Mashum (Lombok Timur).
Sedangkan Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes menyesalkan adanya lagu yang berasal dari tim sukses bakal calon yang menyinggung bakal calon lainnya. ”Jangan menjelek-jelekan yang lain,” ucapnya.
Dimintanya para bakal calon bersabar menunggu waktu tidak melanggar ketentuan yang berlaku, menahan diri dan tidak berlebihan. Juga dimintanya para bakal calon untuk menyepakati siap kalah dan siap menang. Tidak melakukan demo mengerahkan warga yang diperalat untuk kepentingan perorangan.(supriyantho khafid)

