MATARAM – Proyek Bandara Internasional Lombok (BIL) di Desa Tanak Awu Kabupaten Lombok Tengah membuka peluang kerja warga setempat. Saat ini, pekerjaan proyek memulai land clearing (penataan lahan) taxi way dan apron yang dibiayai Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp110 miliar. Dibutuhkan operator alat berat untuk mengupas tanah liat yang lembek hingga kedalaman dua meter sesuai kebutuhan konstruksi.

Kepala Sub Dinas Perhubungan Udara Dinas Perhubungan NTB Ahmad Baharuddin menyebutkan adanya peluang pekerja lokal tersebut sewaktu dihubungi di kantornya, Senin (29/10) pagi. ”Warga yang memiliki kemampuan yang disyaratkan bisa ikut bekerja di proyek,” kata Baharuddin. Karena itu, direncanakan sosialisasinya di kota Praya – ibukota Kabupaten Lombok Tengah, 7 Nopember mendatang.

Ada delapan paket pekerjaan yang berdasar sumber pembiayaannya. Paket pekerjaan sisi airside oleh PT AP I menanggung empat paket senilai Rp237,7 miliar untuk pemindahan saluran irigasi, runway dan fasilitas penunjangnya, ME Airside, peralatan keselamatan penerbangan. Dari pemerintah daerah satu paket pekerjaan taxiway, apron dan fasilitas penunjang Rp92,787 miliar. Dari sisi landside, PT AP I membiayai tujuh paket pekerjaan senilai Rp218,845 miliar, pemerintah daerah membangun parkir, jalan lingkungan senilai Rp35,473 miliar. Tender pekerjaan landas pacu sepanjang 2.750 meter sudah selesai, dkerjakan oleh PT Hutama Karya senilai Rp150 miliar.

Seperti dikemukakan oleh General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Heru Legowo, pembangunan BIL tersebut memerlukan pembiayaan sebesar Rp665 miliar. PT AP I menanggung Rp515 miliar yang bersumber dari dana internal Rp115 miliar dan pinjaman atau penerbitan obligasi Rp400 miliar. Sedangkan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan Rp110 miliar dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp40 miliar.

BIL yang dibangun untuk pengganti bandara Selaparang di Mataram luasnya mencapai 535 hektar atau dua kali lebih besar dari Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali. Sebagaimana diminta oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, panjang landas pacunya mencapai 3.000 meter dari semula direncanakan 2.750 meter setelah diperbaiki dari awal gagasan 2.500 meter. ‘Sebelumnya, Heru Legowo mengatakan keberadaan BIL tersebut menjadi salah satu syarat Emaar Properties selaku calon investor yang akan mendanai proyek wisata seluas 1.250 hektar dikawasan wisata di Lombok Tengah bagian selatan.(supriyantho khafid)

6 COMMENTS

  1. mudahan aru selesai, jari mun jak ulek leman sulawesi bau direck jok lombok endek kadu transit toto taok…semoga

  2. besok kami bergabungng dgn team lombok u/ proyek prasarana bandara senilai 12 M, mudah2an kami kerasan disana.

    team surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here