MATARAM - Atlit Triathlon kelahiran Jakarta berkebangsaan Australia Assad Atamimi, 32 tahun memenangkan Lombok Triathlon 2007, Ahad (28/10) siang. Memasuki finish pertama setelah menempuh waktu 191 menit berenang, bersepeda dan lari di kawasan wisata Senggigi Lombok berhak menerima hadiah Rp5 juta. Di urutan kedua adalah Sebastian Calle asal Perancis dan di urutan ketiga Rod Pallmer dari Selandia Baru. Sedangkan untuk peserta lokal perorangan Indonesia, Kadri, 19 tahun, putra Lombok kelahiran Dompu, bekas pesilat kini anggota Mataram Cakra Cycling Club yang berada di urutan kelima internasional, tapi juara pertama lokal, juga menerima hadiah Rp5 juta.
Assad Attamimi yang bekerja sebagai pekerja IT (teknologi informatika) sebuah bank di Singapura, sempat terjatuh dari sepedanya pada lintasan turun dari puncak gunung Pusuk, mengalami luka di siku kanannya. Waktu yang ditempuhnya, renang 33 menit tetapi jaraknya tidak diketahui pastinya dari semula 1.800 meter karena ada perubahan mendadak akibat sangat surutnya permukaan air sehingga mengkawatirkan atlit cedera akibat karang. Bersepeda 55 kilometer menempuh 106 menit dan lari 12 kilometer selama 52 menit.
Jumlah peserta keseluruhan 55 orang - ada perorangan dan ada pula yang tim bergantian berenang, bersepeda dan lari orangnya tersendiri. Ada tujuh peserta dari Marinir Surabaya dan lima tim lokal Mataram. Sampai pukul 12.30 sebanyak 44 orang peserta yang tiba di garis finish.
Menurut Assad Attamimi yang sudah dua tahun menekuni triathlon, lombok kali ini dirasakan berat. ”Faktor cuaca dan jalan yang berbukit. Lari yang terberat,” katanya menjelaskan. Tetapi disebutkannya bahwa rute triathlon di Lombok ini terbaik. Dede dari Mataram pun menegaskan beratnya lintasan jalan di gunung Pusuk. ”Ini trek ekstrim,” ujarnya selesai bersepeda 100 menit menempuh 55 kilometer setelah digantikan rekannya yang meneruskan lari.
Sewaktu ditemui tersendiri, Direktur Tribob Singapura Nathalia Marquet selaku penyelenggara, mengatakan Lombok Triathlon akan diselenggarakan setiap tahun. Kesepakatan kerja sama sudah dilakukan dengan General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort Masri untuk lima tahun mendatang. Menurutnya ada 5.000 atlit triathlon di Asia. Setidaknya akan bisa menjaring 1.000 orang datang ke Lombok mulai tahun depan. Mereka sebenarnya bukanlah atlit namun kalangan profesional diantaranya bank dan pengacara yang menyukai karena menjadi gaya hidup dan kebugaran tubuh. ”Triathlon memiliki potensi pasar untuk dikembangkan,” ujarnya kepada LombokNews.
Menurut Nathalia pula, untuk bisa mengikuti kegiatan ini, seseorang membutuhkan biaya perjalanan sekitar US $ 1.500. Termasuk biaya transportasi udara, kamar hotel selama tiga hari. ”Ikut ini membiayai sendiri dari dompet saya,” ujar Assad Atamimi juga kepada LombokNews.
Tribob Singapura yang didirikan Tahun 2000, semula membuka jasa coaching dan clinic. Baru empat tahun terakhir atau tepatnya 2003 bergerak di bidang kegiatan triathlon ini di Asia. Setiap tahun menyelenggarakan 6-7 kali lomba diantaranya sudah empat kali penyelenggaraan Bintan Triathlon. Dikatakan oleh Nathalia Marquet asal Perancis sebagai salah seorang pemilik bersama Bob asal Inggris, investasi usaha Tribob sebagai perusahaan yang diperkuat 12 orang staf, cukup besar. ”Kami menanggung pembiayaan cukup besar. Bantuan sponsor masih 10 persen dari kebutuhannya,” katanya. Namun diyakini, nantinya tiga tahun mendatang bisa memiliki prospek bisnis yang berkembang.
General Manager Sheraton Senggigi Beach Resort Masri yang menjelaskan adanya kesepakatan kerja sama menyelenggarakan Lombok Triathlon ini, kontrak yang sudah dilakukan demi kesuksesannya dan memajukan pariwisata Lombok. ”Katanya Nathalie bisa sampai sepuluh tahun,” ucap putra daerah asal Sekarbela Mataram yang baru dua bulan memimpin hotel yang memiliki 161 kamar tersebut.(supriyantho khafid)


