Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Tuesday, 23 October 2007 • KESEHATAN

MATARAM - Tunggakan pembayaran perawatan dan pengobatan keluarga miskin (Gakin) di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Agustus 2007 lalu mencapai Rp22 miliar. 1 Oktober lalu PT Askes (Asuransi Kesehatan) Cabang Mataram baru menyicil Rp8,7 miliar. Sisanya Rp13 miliar belum dibayar karena masih menunggu pencairan dananya dari Menteri Kesehatan (Menkes). Untuk penanggulangan pelayanan masyarakat, diutamakan penyediaan obat langsung oleh rumah sakit.

Kepala Cabang PT Askes Mataram Anurman Huda mengemukakan masih menunggu dana Depkes untuk membayar daftar tagihan yang diterimanya. Jumlahnya membesar karena warga yang dilayani fasilitas Gakin memang semakin besar. Dari kuota yang ditetapkan Menkes sebanyak 2.028.000 orang di NTB yang bisa mendapatkan pelayanan asuransi kesehatan untuk keluarga miskin kenyataannya bisa lebih besar karena adanya penerbitan surat keterangan tidak mampu dari kepala Desa. ”Masyarakat semakin tahu bahwa mereka punya hak sehingga berbondong-bondong berobat,” ucapnya.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Mataram Agus Wijaya menyebutkan tagihan Desember 2006 hingga saat ini belum sepenuhnya dibayar. Dari semula memiliki tagihan sebesar lebih Rp8 miliar tetapi yang baru dibayarkan Rp1,8 miliar. ”Untuk menutupi kebutuhan dana operasional menggunakan dana fungsional yang diperoleh rumah sakit,” ujarnya. Di RSU Mataram, menurutnya, kebutuhan obat untuk pelayanan Gakin rata-rata sehari Rp8 juta. Kebijakan Gubernur NTB Lalu Serinata memberikan bantuan dana utamanya untuk obat sebesar Rp360 juta sebulan selama tiga bulan terakhir ini, Oktober-Desember 2007.Di sana, selama ini pelayanan Gakin mencapai 60 persen.

Kepala Dinas Kesehatan NTB Baiq Magdalena menjanjikan untuk menjembatani tagihan askes tersebut ke Departemen Kesehatan (Depkes). ”Kami tidak bisa berbuat apa-apa kalau tidak ada droping,” katanya. Pihak apotek banyak yang menghubunginya agar bisa membantu fasilitasi penyalurannya dari Depkes ke NTB.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge