MATARAM - Karena lahannya sudah tidak layak lagi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram di tengah kota Mataram akan direlokasi ke kawasan Dasan Cermen Cakranegara. Biayanya mencapai Rp389,768 miliar yang dalam tahap pertama dibantu APBN Rp20 miliar dan dana APBD Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar Rp5 miliar. Selasa (23/10) pagi, Gubernur NTB Lalu Serinata melakukan pemancangan tiang pertama gedung Instalasi Rawat Darurat (IRD) dan gedung utama.
Semula, lahan RSUD Mataram yang berada di lokasi lama di tengah kota Mataram seluas 22.697 meter persegi sedangkan luas bangunannya 21.950 meter persegi. ”Sudah tidak memungkinkan lagi dikembangkan,” katanya. Karenanya, Pemerintah Propinsi NTB berupaya merelokasi ke lahan yang sudah tersedia seluas 12 hektar yang dibayari oleh Bank Dunia sejak 1982 yang waktu itu juga menyiapkan Rumah Sakit Jiwa Mataram di lokasi lain.
Adapun luas IRD yang dibangun dua lantai mencapai 7.410 meter persegi dan gedung utamanya, juga dua lantai, seluas 1.046 meter persegi. Kesemuanya siap operasional setahun mendatang. Secara keseluruhan pembangunan RSUD Mataram dilakukan dalam lima tahap. Sedangkan bangunan di lokasi lama tetap dipertahankan untuk kepentingan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Seperti disebutkan oleh Direktur RSUD Mataram Agus Wijaya, kwalitas pelayanan terbaik di Indonesia untuk mengatasi tingginya angka kematian ibu dan anak di NTB. Katanya, selama ini angka kematian ibu akibat perdarahan yang disebabkan kekurangan gizi mencapai 45 persen dan 34 persen bayi yang dilahirkan dalam kondisi berat badan lahir rendah.
Lalu Serinata sewaktu berbicara sebelum melakukan pemancangan tiang pertama, mengatakan bahwa RSU Mataram sebagai rumah sakit pendidikan tidak hanya sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan, tetapi juga berfungsi untuk pendidikan dokter dan tenaga kesehatan lainnya, untuk penelitian dan penapisan iptek kedokteran. ??Jadi RSUD Mataram diharapkan mempunyai kemampuan pelayanan yang optimal,?? ucapnya.(supriyantho khafid)


