MATARAM - Puncak arus balik lebaran terjadi di Terminal Mandalika Mataram, Sabtu (20/10). Sebanyak 26 unit bus malam yang diberangkatkan tujuan Malang, Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan Jakarta diberangkatkan dalam keadaan full seat kapasitas muatnya 29-31-36 penumpang. Sedangkan sebaliknya yang datang dalam jumlah kecil.
Adanya lonjakan penumpang ke Jawa tersebut dikemukakan oleh staf Terminal Mandalika Mataram Mateus Ngadimin. ”Pemberangkatan hari ini memang ramai,” katanya. Menurutnya, situasi pemberangkatan bus sehari sebelumnya, Jum’at (19/10) hanya berjumlah 24 unit dan penumpangnya tidak penuh, hanya 90 persen.
Kedatangan penumpang dari kota-kota di dalam propinsi Nusa Tenggara Barat pun cukup banyak. Walaupun tidak dalam jumlah besar seperti yang terjadi pada arus mudik, jumlah bus yang datang dari Bima, Dompu, Sumbawa Besar dan Taliwang sebanyak 82 unit yang membawa penumpang hingga 80 persen dari kapasitas muatnya.
Umumnya mereka adalah pelajar, mahasiswa dan pegawai negeri sipil yang berdiam di Mataram. Berbeda dengan yang berangkat, kondisinya dalam keadaan kosong. Misalnya, bus Surabaya Indah dari Mataram ke Bima sebanyak tiga unit hanya satu yang berisi penumpang. ”Itupun sedikit sekali,” kata Mateus yang menjelaskan keberangkatkan bus yang kosong untuk kesiapan membawa penumpang dari Bima dan Dompu tujuan Mataram keesokan harinya.
Di Bandara Selaparang, kedatangan pesawat mencapai 21 penerbangan, bertambah satu extra flight dari Lion Air. ”Ini untuk tambahan keberangkatan ke Surabaya, Ahad pagi,” kata Duty Manager Bandara Selaparang, Kuswarji. Kemungkinan jumlah yang datang dan pergi kurang lebih sama seperti sehari sebelumnya, Jum’at (19/10) yang mencapai 1.449 orang yang berangkat dan 1.291 orang yang datang. Sebab, semuanya lima penerbangan tujuan Surabaya dan Jakarta dalam keadaan penuh.(supriyantho khafid)

