Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Saturday, 20 October 2007 • DAERAH

MATARAM - Lebih 100.000 orang memadati pantai Batu Layar di kawasan wisata Senggigi Lombok Barat, Sabtu (20/10) siang. Sejak pagi, mereka berdatangan dari seluruh daerah se pulau Lombok, menumpang mobil, angkutan pedesaan, sepeda motor berjalan merambat sejauh enam kilometer dari arah kota Mataram untuk berlebaran Topat - hari raya ketupat - di sana. Semula, melakukan ziarah makam Batu Layar yang dipercayai sebagai tempat mendaratnya Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami sekitar abad 17 dan kubur istrinya selaku penyebar Islam di Lombok. Setelah itu, bersama anak istri rekreasi di pinggir pantai.

Suasana ramai juga terjadi di beberapa lokasi ziarah lainnya. Di kota Mataram saja, ada makam Loang Baloq dan makam Bintaro. Loang Baloq di Kelurahan Tanjung Karang merupakan makam penyebar Islam Gaos yang mati terbunuh oleh orang yang menolak ajaran yang dibawanya. Sedangkan Bintaro di Kelurahan Ampenan Utara adalah merupakan makam ulama Islam dan tokoh pejuang Saleh Sungkar. Adapun di sepanjang pantai barat Lombok Barat setelah Batu Layar, ada lima lokasi ziarah makam lainnya yaitu Anak Tiwuk di tengah laut Teluk Lembar, Jerangnjang di pantai Endok Lembar, Medana di Tanjung.

Tradisi lebaran topat yang dilakukan oleh masyarakat Sasak di Lombok, disebut lebaran Nine (perempuan) atau lebaran kiyai yang diselenggarakan pada hari ketujuh setelah lebaran Idul Fitri yang dinamai sebagai lembaran Mame (laki-laki). Prosesi peristiwa budaya ini yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dimulai dengan tradisi Nyangkar oleh Wakil Bupati Lombok Barat Izul Islam yang datang diiringi puluhan angkutan tradisional berkuda Cidomo yang dihias. Ikut serta dua orang pelawak Dery dan Ginanjar dari Jakarta yang diundang panitia untuk menghibur masyarakat. ”Dilakukan pengambilan air Lingkuk Emas untuk Bejanjam,” kata Lalu Emi Suhaimi - Kepala Sub Dinas Pesona Seni dan Budaya yang juga Ketua Pengemban Masyarakat Adat.

Bejanjam adalah membasuh wajah anak-anak yang dilakukan Izul Islam selaku seorang pemuka masyarakat agar kelak bisa menjadi anak yang saleh. Di belakangnya, seorang pemangku makam Batu Layar melakukan simbik Secara tersendiri, warga yang datang pun melakukan hal yang sama kepada anak-anaknya setelah dzikir dan berdoa dilanjutkan hajatan Nguris Rambut anak bayinya disertai Dzikir Serakal. Para peziarah, setelah membasuh wajahnya dengan air rendaman yang ada di tengah ruangan yang penuh tumpahan kembang rampe, melakukan tradisi Menyimbik yaitu menorehkan pada dahi, siku tangan, lutut dan ibu jari kanan menggunakan kunyahan kapur, buah pinang dan daun sirih. Setelah tradisi tersebut dilakukan barulah mereka sekeluarga memakan ketupat yang dibawanya dari rumah.

Seorang peziarah diantaranya Haji Zainuddin, 38 tahun asal Desa Sidemen, yang datang bersama istri dan seorang anaknya, mengaku dirinya sejak kecil masih sekolah dasar sudah datang ke sana. ”Ini tempat keramat. Saya datang untuk ziarah dan berdoa,” ujarnya kepada LombokNews.

Adapun para pejabat Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama pemuka agama dan Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat Nanang Samodra yang hadir di tengah kebun kelapa, juga melakukan dzikir dan doa yang dipimpin oleh Tuan Guru Haji Mahali Fikri dari Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Lombok Barat, sebelum memotong rangkaian ketupat. Tradisi lebaran Topat ini juga diwarnai lomba mengulat kulit ketupat, pukul beduk, dan dulang pesaji - berisi makanan lebaran ketupat khas Sasak yang dilengkapi Lauk Nyiuh (sambel kelapa mentah) dan pelalah ayam atau daging yang puncaknya sebagai makanan kenduri.

Kepala Dinas Pariwisata Seni Budaya Lombok Tjokorda Suthendra Rai menjelaskan bahwa tema lebaran topat Melalui Dzikir dan Doa Pererat Tali Silaturahmi Dalam Rangka Memperkuat Persatuan dan Kesatuan. ”Berangkat dari tradisi religius masyarakat lokal yang sudah membudaya bagaimana melestarikannya,” kata Tjok kepada LombokNews. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai promosi pariwisata dan perkaya khasanah budaya.

Ia kemudian menyebutkan bahwa sebenarnya, Lombok kurang memiliki atraksi budaya yang bisa menjadi tumpuan daya tarik pariwisata agar bisa memperpanjang waktu tinggal wisatawan di Lombok. Wisatawan mancanegara yang datang ke Lombok menyukai wisata alam yaitu ke gunung dan pantai. Karena itu diperbanyak kemasan kegiatan atraksi kesenian Gendang Beliq dan tarian lokal sebanyak dua kali sebulan setiap Sabtu sore pada pekan ganjil di area Pasar Senin Senggigi. ”Nantinya akan diperbanyak setiap pekan,” kata ucapnya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge