MATARAM - Para pengusaha perjalanan wisata dan hotel di Lombok mengeluh sulitnya akses penerbangan ke Mataran dari Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar. Akibatnya, hunian kamar hotel berbintang pada libur lebaran 2007 tidak bisa terisi penuh. Wisatawan mancanegara pun yang sudah tiba di Bali terhalang berkunjung ke Lombok.
Manajer The Oberoi Lombok Rudy Baihaqi mengemukakan kepada LombokNews, Selasa (9/10) petang. ”Dari 50 kamar yang ada, hanya separo yang bisa terisi,” ujarnya. Padahal masih ada yang melakukan reservasi susulan untuk menginap tapi empat kamar yang sudah dipesan dibatalkan karena alasan tidak mendapatkan penerbangan.
Sebenarnya, Lombok juga dijadikan tambahan obyek kunjungan para pengusaha perjalanan wisata di Bali untuk kepentingan meluaskan pilihan kunjungan. ”Kami kesulitan mendapatkan akses penerbangan” kata Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Nusa Tenggara Barat Misbah Mulyadi di sela buka puasa Ketua Badan Promosi Pariwsata Lombok Sumbawa Bonyo Thamrin Rayes yang juga Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Selasa ((9/10) petang.
Dulu, sebelum terjadinya krisis moneter, rute Denpasar Bali ke Mataram Lombok dilayani 13 jadwal penerbangan terbanyak oleh Merpati Nusantara Airlines. Tetapi setelah itu merosot hingga kini tersisa separonya. Penerbangan internasional Silk Air dari Singapura yang semula tujuh kali seminggu berkurang menjadi empat kali.
Sesuai Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat tanggal 2 Oktober lalu, tingkat penghunian kamar Juli 2007 tercatat sebesar 41,14 persen. Rata-rata lama menginap tamu hanya 2,5 hari atau menurun jika dibanding sebelumnya 3,3 hari.
Direktur Ideal Tours Tahrir juga mengeluhkan tiadanya kapal cepat yang representatif seperti Bounty dan Mabua yang sebelumnya melayani jalur Benoa Bali ke Lembar dan Teluk Nara di Lombok Barat. ”Mereka ini sudah tidak tertarik mengangkut wisatawan ke Lombok,” ucapnya.
Direktur A & T Tours and Travel Awan Aswinabawa penurunan penerbangan memperparah rendahnya kunjangan wisatawan. ”Jauh tertinggal dari Bali walau jaraknya dekat,” ujarnya.
Hanya maskapai Garuda yang sudah berencana mengisi rute Denpasar - Mataram untuk kepentingan wisatawan mancanegara dari Jepang, Korea dan Australia. General Manager Garuda Mataram HM Frederik Kaisiepo mengatakan semula akan dilakukan menjelang libur akhir tahun Desember 2007. ”Tetapi supaya lebih siap, pengusaha perjalanan wisata di negara asal masing-masing minta ditunda. Belum siap perangkat promosinya,” katanya.
Kepala Sub Dinas Perhubungan Udara Dinas Perhubungan NTBÿAhmad Baharudin mengakui berkurangnya penerbangan Denpasar - Mataram. ”Untuk kembali normal jumlahnya, tidak mudah. Kalau kurang penumpang pesawat rugi,” katanya.(supriyantho khafid)


