MATARAM - ”Kita tidak punya uang saja. Begini. Anggaran terbesar kita terambil untuk Kimpraswil,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat (Bappeda NTB) Lalu Fathurahman mengemukakan alasan belum bisa dipenuhinya semua permintaan pembangunan infrastruktur di pulau Sumbawa. Dana yang dialokasikan untuk Kimpraswil (Pemukiman Prasarana Wilayah) sekitar Rp130 miliar - diantaranya hanya Rp30 miliar untuk jalan.
Penjelasan tentang kurangnya kemampuan daerah tersebut dikemukakan oleh Lalu Fathurahman menjawab keluhan pemerintah kabupaten kota di pulau Sumbawa yang merasa tidak terpenuhi kebutuhan perbaikan jalan di daerah. ”Memang tidak ada uang. Sebenarnya, alokasi pembiayaan terbesar di pulau Sumbawa bila dibanding dana yang diberikan ke pulau Lombok,” katanya menjawab LombokNews.
Menurutnya, untuk kepentingan jalan hitungannya adalah satu kilometer memerlukan Rp1 miliar. Sedangkan pembiayaan yang disiapkan keperluan seluruh daerah se NTB mencapai Rp30 miliar. ”Itu sebabnya, kita mengejar dana pusat,” ucapnya. Jumlahnya sebesar Rp200 miliar. Diakui oleh Lalu Fathurrahman bahwa Kabupaten Dompu menjadi prioritas utamanya di pulau Sumbawa.
Dan menegaskan perhatian pembangunan di sana, ia menyebutkan bahwa perbandingan alokasi dana untuk pulau Sumbawa yang memang membutuhkan dana paling besar yaitu sebesar 55 persen untuk kepentingan jalan dan pelabuhan dibanding untuk pulau Lombok sebesar 45 persen. Di pulau Sumbawa untuk keperluan jalan saja dibutuhkan dana sebesar Rp1 triliun.
Sebelumnya, Bupati Dompu Syaifurrahman Salman mengemukakan kekecewaannya sewaktu bertemu Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes seusai tarawih di Masjid Nurul Hidayah di Dusun Wera Desa Lepadi Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, Jum’at (21/9) malam. ”Sudah habis kering tenggorokan dan air mata,” ujar Syaifurrahman.
Tiga poros jalan potensial pariwisata, perkebunan dan peternakan di Kabupaten Dompu dalam keadaan rusak parah. Disesalkan Pemerintah Propinsi NTB yang berganggung jawab, tidak mengalokasikannya dalam APBDÿNTB 2007. Padahal sudah berungkali dibicarakan dan surat menyurat kepada pejabat Pemprop NTB.
Bupati Dompu Syaifurrahman Salman mengatakan jalan dari Dompu ke obyek wisata selancar Pantai Lakey di Kecamatan Huu yang didatangi peselencar 60 negara, rusak parah 20 kilometer atau separonya dari jarak 40 kilometer. ”Wisatawan asing mempertanyakan,” katanya.
Lainnya, jalan Dompu - Pekat yang memiliki potensi peternakan di Kecamatan Pekat sejauh 120 kilometer yang rusak sepanjang 70 kilometer. Dompu - Kilo sejauh 52 kilometer yang memiliki potensi perkebunan yang rusak parah 25 kilometer.
Mengenai rencana pembangunan bendungan Bintang Bano yang hendak dibangun untuk mengatasi banjir. Dikatakanya bahwa bendungan disiapkan untuk meningkatkan produksi pertanian. ”Disitu dilihat tingkat kemendesakannya. Di sana itu yang perlu bendung untuk mengalihkan air. Bukan bendungan untuk menampung air,” ujar Fathurrahman yang menegaskan bahwa jika daerah memiliki dana, tidak masalah untuk mewujudkan keinginan tersebut. ”Sekali lagi dananya tidak ada,” ucapnya.
Adapun keperluan sistem irigasi, nantinya mengarah kepada pembangunan embung kecil dan sprinkler big gun. Yang paling mendesak adalah kebutuhan listrik untuk industri. Yang sedang digarap baru listrik untuk keperluan rumah tangga.(supriyantho khafid)

