Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Tuesday, 9 October 2007 • DAERAH

MATARAM - 80an orang awak mobil tangki PT Muda Muara Damai (MMD) selaku kontraktor angkutan bahan bakar minya Depo Pertamina Ampenan melakukan aksi mogok di depan gudang mobilnya di Jalan Yos Sudarso Ampenan, sejak pagi Selasa (9/10). 25 unit mobil tangkinya yang setiap harinya seharusnya menyuplai 90 kiloliter kebutuhan SPBU, PLN dan kapal feri tidak ada yang operasional.

Mereka melakukan aksi mogok ini karena solidaritas terhadap tiga orang pekerja lainnya yang akan menjalani pemutusan hubungan kerja (PHK) hanya diberikan pesangon masing-masing Rp1 juta. Padahal sesuai pasal 156 Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor : 13 Tahun 2003, mereka seharusnya menerima minimal Rp10 juta. Rencananya, seluruh karyawan juga akan berhenti dari PT MMD karena mulai Januari 2008 mendatang akan direkrut Depo Pertamina Ampenan.

Aksi para pekerja yang didampingi oleh Sekjen Serikat Buruh Jasa Transportasi Edi Irwan ini terpaksa dilakukan karena sebelumnya sudah ada tiga orang pekerja lainnya - seorang diantaranya telah meninggal - tanpa mendapatkan kompensasi. ”Kami akan tetap mogok selama tiga hari berturut-turut kalau perusahaan tidak bersedia memberikan kompensasi hanya kebijaksanaan saja,” kata Edi Irwanto. Tiga orang pekerja PT MMD yang akan menjalani PHK adalah Sudarminto yang sudah 15 tahun bekerja, Muhammad Nurdin, usia 63 tahun, telah bekerja 24 tahun, dan Lalu Asmuni yang bekerja enam tahun. ”Kalau saya hanya mendapatkan satu juta rupiah, tidak bisa untuk modal mencari nafkah lagi,” kata Nurdin.

Mereka membandingkan dengan pekerja dari perusahaan kontraktor Depo Pertamina lainnya PT Nanawar Jaya Abadi (NJA) Zainuddin yang bekerja sejak 2001, diberhentikan September 2007 lalu mendapatkan kompensasi Rp12,4 juta. Masri yang bekerja sejak 2001 memperoleh kompensasi Rp9,15 juta.

Sekretaris DPD Himpunan Wiraswasta Niaga Minyak dan Gas Nusa Tenggara Barat Nurdin Ending yang juga pemilik PT Insam Safari Perkasa (ISP) - kontraktor angkutan yang lain, ikut melakukan mediasi. Bahkan mempertemukan para wakil pekerja dengan Sajarwo Tri Hastomo selaku kuasa hukum Direktur PT MMD F Paulus. Namun menemui jalan buntu karena Sajarwo mengatakan hubungan kerja mereka bersifat kemitraan. ”Tidak ada kewajiban memberikan pesangon,?? katanya. Pihak pekerja akhirnya memutuskan keluar ruang. ”Perusahaan akal-akalan. Kalau diperdebatkan tidak akan ketemu,” ucap Edi irwanto.

Depo Pertamina Ampenan mengatasi kesulitan suplai premium SPBU dan solar untuk kapal feri di Pelabuhan Lembar Lombok Barat dan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, mengerahkan 20 unit mobil tangki milik PT NJA dan PT ISP. ”Tidak ada masalah mengatasinya. Siap hingga jam 24,” ujar Nurdin Ending. Seandainya mobil tangki perusahaan kontraktor lain dihadang, pelaksana tugas Penerimaan, Penyaluran dan Penimbunan Depo Pertamina Ampenan Gusti Gede Widiarsa mengemukakan : ”Terkait aparat kalau dihalangi.”(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge