Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Thursday, 4 October 2007 • AGAMA

MATARAM - Di Desa Bayan Kabupaten Lombok Barat ada masjid kuno Bayan Beliq. Dindingnya bambu setinggi satu meter dan beratap Santek - juga dari bambu. Lantainya masih tetap asli tanah yang dipadatkan. Mereka yang melakukan sembahyang di dalamnya beralaskan tikar anyaman. Di dalamnya ada bedug bulat lonjong berukuran garis tengah tiga perempat meter panjang 1,5 meter digantung pakai rotan. Di seberangnya, ada mimbar kayu berkepala naga. Di atas, tepat di tengah yang ditopang oleh empat tiang bulat berukuran besar ada hiasan burung dara, angsa, ikan.

Masjid itu pun tidak dibuka setiap waktu. Bisa dikatakan, masjid tersebut digunakan pada waktu tertentu terutama pada saat dilakukan upacara adat. Dan tidak semua orang Islam di sana melakukan sembahyang. Yang sembahyang di situ hanyalah para kiai mulai dari kiai Pengulu, kiai Ketip, kiai Lebe, kiai Modin, kiai raden dan kiai santri.

Tidak sebagaimana biasanya masjid umumnya, terletak di samping selatan makam Rea - Rea sendiri berarti besar adalah makam penyebar agama Islam pertama di Lombok yang tak diketahui namanya, tanpa pengeras suara desa Bayan..

Saat puasa ini tarawih hanya oleh para kiai adat - tidak ada jamaah lain sebagaimana pemeluk Islam umumnya. Sedangkan para kiai adat yang datang ke sana berasal dari dusun dan desa disekitar Bayan yang ikut masuk dalam masjid Bayan Beliq atau disebut pula masjid adat Bayan Agung. Para kiai adat ini terdiri dari kiai pengulu, kiai lebe dan kiai santri yang merupakan wakil masyarakat adat di masjid kuno tersebut.

Di situ, masyarat yang masih menganut adat Wetu Telu yang lebih dikenal sebagai pemeluk Islam Wetu Telu, ternyata - secara adat - baru melaksanakan tarawih tiga hari kemudian. Ini dilakukan di Masjid Kuno Bayan Beliq di desa salah satu wilayah Wetu Telu di Lombok - sekitar 80 kilometer arah utara dari kota Mataram.

Memang, penetapan mulainya puasa Ramadhan juga lebaran, berdasar perhitungan jumlah hari, bulan dan tahun adat. Oleh karenanya, mulai hari puasa dan lebaran selalu lebih lambat tiga hari dari penetapan puasa umumnya.

Bangunan masjid kuno tadi bukan satu-satunya di atas areal tanah seluas 1,5 hektar yang kini disebut sebagai peninggalan sejarah. Ada enam bangunan makam mengelilingi masjid tersebut yaitu makam : Karang Salah, Sesait, Penghulu, Anyar, Rea, dan Pelawangan.

Seperti halnya masjid, makam-makam tadi yang pondasinya dari batu, berdinding bambu dan atap Santek - juga dari bambu. Letaknya berada di ketinggian sekitar dua meter di atas tanah yang paling rendah.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge