Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 3 October 2007 • PARIWISATA

Untuk mengelilingi Lombok, bisa dijalani selama 3 hari. Lombok Utara saja satu paket, Kuta satu paket, Basket Tour satu paket, belum city tour - Narmada Lingsar, Mayura, Sweta (pasar kerajinan tangan) yang kadang-kadang mendapatkan kesempatan ekstra mengunjungi Pura Miru atau Pura Segara. Biasanya, wisatawan asal Jerman mengikuti land cruise tour dan Kuta tour.

Setidak-tidaknya, ada 3 paket wisata di Lombok yang bisa dipilih wisatawan bila ke sana. Mengingat waktu yang terbatas, umumnya perjalanan sehari yang dipilih adalah ke Kute-Lombok Tengah tadi. Ya itu tadi, yang ke selatan antara lain city tour melihat industri tenun ikat di Cakranegara Mataram, mengunjungi pasar Sweta yang selain layaknya pasar tradisional juga menyediakan berbagai kerajinan Lombok seperti anyaman rotan, gerabah dan kain-kain tenun, atau memilih mengunjungi desa industri kerajinan gerabah Banyumulek Lombok Barat atau Penujak Lombok Tengah, desa pengrajin tenun songket Sukarara, desa perkampungan tradisional Rembitan. Setelah itu baru mendatangi kawasan pantai Mandalika. Sampai di sini mereka berjemur, pulang dengan bangga karena kulitnya menjadi coklat sebagai bukti sudah ke negeri tropis.

Di dusun Sade desa Rembitan atau dusun Matek Maling desa Ganti Lombok Tengah, rumah-rumah penduduk beratap alang-alang dan diantaranya terdapat lumbung padi masih dipertahankan sebagai daya tarik. Di sana, masih bisa melihat penduduk membersihkan biji kapas untuk benang tenunan. Banyak bule yang datang menjadikannya melihat hal-hal yang dialami nenek moyang di negerinya sendiri pada zaman dahulu. ” Umumnya senang melihat perkampungan tradisional Rembitan, ” kata Juvens da Gomez pemuda asal Maumere yang telah 4 tahun menjadi pemandu wisata PT Bidy Tours ketika bertemu di sebuah restoran di Kute sewaktu mendampingi tamunya makan siang.

Untuk mengikuti paket-paket tur tersebut bisa dilakukan sharing yang anggota rombongannya gabungan. Harganya bervariasi. Kalau sendirian agak mahal. Bila 2 orang bergabung maka biaya perorangnya paket selatan ke pantai Kute-Mandalika 25 dolar AS tanpa makan siang. Kalau private 30 dolar AS.

Kawasan Mandalika membentang sepanjang 7-8 kilometer. Ada Kuta, Seger, Bunut, Aan yang pengembangannya oleh Pemda NTB bekerja sama dengan Rajawali Group ditangani oleh PT Pengembangan Pariwisata Lombok (Lombok Tourism Development Corporation) seperti Nusa Dua-Bali yang ditangani oleh Bali Tourism Development Corporation. LTDC luasnya 4 kali dari BTDC Nusa Dua. Lebih luas karena Bali sudah punya nama.

Di sana bakal ada lapangan golf 36 hole yang di design langsung oleh Jack Nicklaus senilai 1 juta USD. Karena rencana adanya hotel-hotel berbintang 5 yang bertebaran di sana, sudah disetujui oleh presiden Soeharto untuk dibangunnya bandar udara internasional di Penujak Lombok Tengah.

Lombok Tengah ini tidak hanya memiliki kawasan pantai Mandalika saja. Lihat saja ke arah barat, masih ada lagi pantai-pantai lainnya yang tak kalah indahnya. Ada goa alam Gale-gale di dusun Bangkang, sekitar 3 km dari Kute. Dikatakan oleh Amak Kami alias Amin, menurut orang-orang tua, goa Gale-gale di dusun Bangkang tersebut adalah rumah raksasa. Di dalam cerita yang masyarakat perkampungan rumah tradisional Sasak, terdapat raksasa yang berasal dari goa Gale-Gale ini. Ada suara burung Kenculit berkicau di sana. Lobang goa di sini cukup besar. Lebarnya sekitar 10 meter dan tingginya 15 meter yang memiliki 8 buah lobang tembusan.

Tantangannya ya seperti mendaki gunung walau hanya beberapa puluh meter saja. Tingkat kesulitannya ya harus merangkak masuk dari lubang yang satu ke lainnya. Paling tidak nafas bisa ngos-ngosan. Temboknya mengeluarkan bunyi yang bagus seperti kentongan bambu yang nyaring apabila dipukul. Goa ini kalau sedang hujan kelihatan batas tetesannya dari atas berupa stalaktit dan tumpahan di bawah, stalaknit. ” Pada musim hujan perbedaan warnanya yang kontras kelihatan. Putih, hitam gelap dan hijau di pinggir, ” kata seorang pejabat Dinas Pariwisata Lombok Tengah Lalu Wirekarme yang menyebut cocok untuk pecinta alam.

Ke arah barat, 3 kilometer dari goa Gale-gale ada pantai Mawun dan 5 kilometer ke baratnya lagi adalah Selong Belanak yang banyak ikan hias kecil-kecil. Kalau air laut surut, ikan-ikan tersebut terjebak di selah-selah batu. Putih sekali pasir pantainya. Di sepanjang pantai tadi juga terdapat pantai Tebuak Are Guling yang panjangnya 2 km. Di sini terdapat batu longsoran bukit - yang mengandung batu akik - yang karena diterpa ombak laut selatan selama puluhan tahun sehingga diantaranya tercipta batu Suiseki yang berbentuk unik-unik. ” Waktunya bisa dilihat hanya satu jam pada sore hari, ” kata Wirekarme yang penggemar Bonsai dan Suiseki menyebut jam surutnya sekitar pukul 5-6 sore. Untuk mencapainya pun hanya bisa jalan kaki dulu beberapa ratus meter dari pemberhentian kendaraan.

Kalau kemudian pergi mengunjungi Gili Trawangan di Lombok Barat bagian utara, untuk melakukan penyelaman. Di sana ada 3 pulau kecil yang sebutan lokal gili, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air yang memiliki pantai pasir putih dan taman laut - karang dan ikan hiasnya beraneka warna. Gili Trawangan memang teramai didatangi wisatawan. Tetapi ada yang berpendapat terkesan ramai dan banyak cidomo - cikar beroda ban mobil. Gili Air dan Meno cenderung dipilih karena sepinya.

Siang hari di sepanjang pantai timur pulau ini, bagaikan pantai negeri asing karena semuanya orang asing yang wanitanya mengenakan bikini bahkan diantaranya melepas BHnya. Karena itu menjadi kelakar orang bahwa meskipun menghadapi musim kemarau panjang tetapi di daerahnya banyak dijumpai sumur (susu dijemur).

Para wisatawan yang datang langsung ke sana sendirian bila hendak menyeberang ke salah satu dari 3 gili itu bisa menumpang boat Koperasi Jasa Angkutan Wisata Bahari di Pelabuhan Bangsal Pemenang, 25 kilometer arah utara dari kota Mataram. Layaknya menumpang boat fiberglass ketika laut tenang, empuknya menyeberang dari Teluk Kombal ke Gili Trawangan bagaikan mengendarai Mercy.

Kalau kemudian kita menyelam di utara Gili Trawangan, bisa melihat ikan hiu yang tidak membahayakan. Bisa dalam satu kelompok banyak tapi tidak ganas. Kadang-kadang bisa lihat rumah ikan hiunya yang ditemukan sampai 8 ekor sedang tidur pada kedalaman 80 feet. Di sebelah timurnya terdapat Sponge point atau Sponge garden. Seakan berada di sebuah taman yang dipenuhi berbagai jenis biota karang yang bentuknya seperti corong atau yang lainnya. Kalau di sekitar Gili Meno, terdapat Meno Wall tapi tidak terlalu terjal sebagai alternatif penyelaman. Karang lautnya memang banyak dan tidak terlalu dalam. Ikan hiasnya pun bagus dan banyak. Ada macam-macam musim Napoleon - seperti Kerapu, Kura-kura, Manta (pari) - banyak. Ikan Napoleon yang bisa dijumpai bulan Mei-Juni ini disenangi wisatawan Jepang.

Di seberang timur ada Gili Meno dan Gili Air. Memang pulau ini terkesan sepi. Air laut tenang. Ombak berdebur setelah senja. Ini katanya yang dicari orang-orang asing yang jenuh dengan kebisingan. Pohon kelapa yang rindang dan sapi-sapi yang dilepas memakan rumput. Di Gili Meno ombak berdebur menghantam batu karang.

Tur lain terutama yang disukai oleh wisatawan asal Jerman adalah Lombok Land Cruise yaitu keliling Lombok Utara mulai dari Senggigi sampai ke perkampungan masyarakat adat Wetu Telu di desa Senaru di Kecamatan Bayan yang berada di kaki gunung Rinjani. Di sana ada air terjun Singang Gile (biasa disebut pula Sendang Gile) setinggi 35 an meter bersusun dua. Tidak hanya kesegaran airnya yang bisa dinikmati. Tetapi jatuhan air terjun pada punggung rasanya menghilangkan pegal-pegal. Untuk ke sana, dari pintu masuk di pinggir jalan, setelah membayar karcis masuk Rp 200 per orang, kita harus berjalan kaki menuruni jalur jalan yang telah dibuatkan jalan setapak yang disemen sejauh kurang dari 1.000 meter.

Kalau berangkat dari Mataram menuju Singang Gile, kita melewati Baun Pusuk yang berada di atas ketinggian 600 meter dari permukaan laut di tengah hutan yang banyak monyetnya. Berbekal 2 bungkus kacang garing, cukup untuk mengundang keluar monyet-monyet yang ada di sana. Di situ, kita mengetahui bahwa setiap kelompok monyet memiliki wilayah kehidupan masing-masing. Kalau kita berada di suatu tempat, maka monyet-monyet yang berada di tempat lain tidak berani datang ikut merebut kacang-kacang yang dilemparkan.

Setelah balik dari Senaru, melihat masjid tua adat Wetu Telu - banyak yang menyebutnya sebagai Islam Waktu tiga - di Bayan Beliq. Masyarakat adat Wetu Telu ini memeluk Islam tetapi ajaran yang diterimanya pada waktu masuknya Islam dahulu kala belum sempurna. Umumnya wisman asal Jerman yang menyukai Lombok Land Cruise setelah melakukan perjalanan ke utara ini, melanjutkannya keliling Lombok selama 10 jam, menyusuri pantai utara ke arah Lombok Timur melewati desa Obel-Obel. Sebenarnya di sini tidak ada apa-apa dan kering. Hanya bisa melihat ke kiri bisa lihat laut dan gunung Rinjani di sebelah kanan. Juga ada kampung-kampung. Sampai di Labuan Lombok melihat rumah panggung seperti di Sumbawa. Jadi tidak perlu ke Sumbawa lagi. Juga perkampungan nelayan Labuan Lombok. ” Biasa kami berhenti di sana. Orang Jerman paling senang. Mereka itu kan hidupnya di lingkungan gunung, nggak punya laut, ” kata Juvens.

Keanehan lainnya, ada banyak lokasi yang berbeda keadaannya walau hanya dalam jarak dekat. Setelah melihat adanya sawah yang menghijau kemudian menemui kondisi sawah yang kering. Misalnya di Gondang dan Tanjung Lombok Utara yang berada di barat Rinjani atau dekatnya Pringgabaya-Lombok Timur. Begitu cepatnya perbedaan antara kering dan basah. Ada yang mengatakan hal yang tidak masuk akal. Padahal jaraknya tidak seberapa. Setelah Labuan Lombok lihat sawah dan makam Selaparang di Pringgabaya. Kadang-kadang ke hutan wisata Lemor. Di Lombok Timur ada makam raja-raja Selaparang. Di situ ditemukan bekas tapak kakinya Gajah mada. Ada batu dan gambar telapak kaki yang ukuran kakinya 2 kali besar kaki manusia umumnya. Menurut cerita, pada masa kejayaannya Majapahit, Gajahmada bersama pasukannya pernah menumpang 1.000 buah kapal mendarat melalui pelabuhan Ampenan untuk mendaki ke gunung Rinjani.

Program Basket Tour yaitu meninjau sentra pengrajin anyaman dan keranjang, kadang-kadang ke air terjun Kokok Putik di daerah Loyok, atau mengunjungi tempat pembuatan ketak atau anyaman bambu dan rotan di Beleka. Kalau kita menginap di kawasan wisata pantai Senggigi, rute perjalanan adalah terlebih dahulu ke Taman Narmada terus ke timur masuk desa pegunungan Titibatu, kemudian melewati kota Selong yang ibukota kabupaten Lombok Timur, berbelok selatan melihat perkampungan nelayan yang terkenal penghasil ikan Cumi di Tanjung Luar. Dari sini kemudian lewat Keruak menuju sentra kerajinan Beleka.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge