Di kawasan pantai Mawel dan Selambete tersedia wisata penyu. Di sana, wisatawan bisa menyaksikan penyu yang datang untuk bertelur, atau telur yang menetas dan melepas tukik - anak penyu ke laut. Untuk yang meminati wisata penyu tersebut, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Penyu di Desa Talonang Baru akan membantu perjalanannnya.
Di pantai Mawil dan Selambete, setiap malam hari rata-rata terdapat dua ekor penyu yang naik ke daratan pantai berpasir putih coklat tersebut. Setiap ekor bisa bertelur hingga 150 butir. Setelah ditinggal pergi induknya, telur-telur tersebut dipindahkan ke kandang telur berpasir untuk ditetaskan. Setelah telur-telur itu menetas, juga pada malam hari, tukik dipindahkan ke kotak-kotak berair untuk pemeliharaan selama sekitar dua minggu sebelum dilepaskan ke laut.
Untuk menjangkau lokasi pantai tersebut, wisatawan harus menempuh jalan darat yang cukup berat selama empat jam karena belum beraspal melewati hutan dan menyeberangi sungai. Satu-satunya kendaraan yang mampu menembus lokasi tersebut adalah jip hardtop. Saat ini ongkos mobil carteran dari Maluk sebesar Rp600 ribu sekali jalan. Apabila menggunakan helikopter, waktu tempuhnya hanya 15 menit namun biaya terbangnya minimal satu jam sebesar US $ 600.
Adanya wisata penyu tersebut ditawarkan oleh Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Penyu Munawir setelah adanya penertiban pencarian telur penyu di kawasan pantai Mawel dan Selambete sejak Mei 2005 lalu. ”Kami bisa memandu wisata penyu ini. Petualangan di malam hari ini pasti sangat menarik,” ujarnya.
Saat ini, pada malam hari suasana di pantai Mawel dan Selambete didatangi penduduk pencari telur penyu. Menurut Kordinator Program Yayasan Serikat Tani Pembangunan Hafid yang melakukan program pembinaan konservasi penyu, utamanya pada Sabtu malam Minggu, ramai muda-mudi dari desa sekitar berkunjung ke sana. ”Tempat ini akhirnya jadi ajang mencari jodoh,” kata Hafid.
Adapun tawaran berwisata penyu dihajatkan untuk lebih meningkatkan kepedulian terhadap perlindungan penyu. Diharapkan wisatawan yang berkunjung bisa membantu pendapatan penduduk sekitar pemukiman transmigrasi SP3 yang berjarak dua kilometer dari pantai tersebut. Selain itu juga bersedia menyisihkan dana untuk pembiayaan pemeliharaan telur penyu dan tukik yang telah menetas.
Selama ini, penetasan telur penyu tersebut dibimbing oleh Kordinator Pemantauan Penyu Departemen Lingkungan PT Newmont Nusa Tenggara Muhammad Salamuddin Yusuf dan Kordinator Program Yayasan Serikat Tani Pembangunan Hafid. ”Jadi pengembangan wisata penyu ini adalah lanjutan kepedulian kami terhadap penyu di sana,” ujar Muhammad Salamuddin Yusuf.
Selain wisata penyu, sepanjang belasan kilometer pantai selatan Kabupaten Sumbawa Barat tersebut juga mempesona. Deburan ombaknya yang menggelegar menimbulkan buih putih bagaikan susu. Agaknya, gelombang laut tersebut bisa menjadi ajang adu kemampuan peselancar tangguh.(supriyantho khafid)


