Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 3 October 2007 • PARIWISATA

Desa Sapit terletak 1.100 meter di atas permukaan laut. Maka tidak heran kalau udaranya dingin. Dari sana, bisa dilihat sinar surya muncul dari arah daratan Sumbawa. Turis yang ke sini dapat menikmati pesona wisata alam dan trekking selain ketenangan lingkungan. Sekitar 5 kilometer di utara terdapat sumber air Lemor. Ada pula air terjun berjarak dua kilometer dari sapit. Selain itu, ada pula Air Sebau yang mengandung belerang berjarak 7 kilometer-2 kilometer diantaranya berjalan kaki.

Selama ini Sapit telah menjadi rute kunjungan singgah tetap dari agen perjalanan wisata yang dimulai dari Bali-Titi Batu-Sapit-P Bidara-Pondok Aik Manis (selatan Labuan Lombok)-Air Terjun Senaru dan berakhir dua malam di Senggigi. Jumlah mencapai 12 orang termasuk tour leader. Di sini mereka datang jam 16.30. Paginya ke lembah air Small Canyon 4 kilometer di desa Karang Baru. Jalan kaki 2 jam lewat kampung Burne (Hello Village) karena sambutan antusias penduduknya.

Small Canyon (dinamai oleh turis asing) yang oleh orang setempat disebut pula Small Konyol di Otak Kebon mereka mandi satu jam lalu pulang lewat Kampung Jeneng Desa Karang Baru. Di sini mobil menunggu untuk balik ke Sapit makan siang lalu check out. Tamu lain datang dari pendakian gunung Rinjani. Di Sapit ada masjid Wetu Telu, mata air Ijo Dongo. Jaraknya 30 kilometer ke Selong - ibukota Kabupaten Lombok Timur, atau 2 jam perjalanan ke Mataram - ibukota Nusa Tenggara Barat.

We Sell The View, begitu jawab pemilik penginapan Hati Suci Ahmad Furqon Noor alias Roni bila ada wisatawan yang menilai harga kamarnya mahal. Untuk taktik menjaring tamunya menginap, adalah keramahan. Sebab mereka sering bertanya dan melihat-lihat dulu kondisi kamar dan makanannya. Roni mengatakan : ”Kita yang mengatur turis bukan turis yang mengatur dirinya.” Makanya, ia mengatakan penuh bila ada orang yang datang hanya untuk membawa perempuan.

Ditangani oleh bapaknya, H Fauzan, seorang pensiunan PNS di Badan Pertanahan Nasional NTB, ia memulainya tahun 1991 dan membukanya tahun 1993. Di sana, Hati Suci, dipekerjakan empat orang karyawan empat orang lainnya di Bale Langgah. Luas Hati Suci 25 are. Awalnya 1968, dibeli oleh Roni tamatan Pondok Pesantren Gontor menguasai 3 bahasa (Inggris, Danish-Denmark dan Arab) setelah ??tersesat?? ke kawasan wisata Senggigi di Lombok Barat selama berbulan-bulan menjadi pemandu wisata dan seterusnya bekerja sebagai penjual keramik ke Jakarta. Lantas diterima bekerja pada orang AS di Cengkareng.

Penghasilan dari pekerjaannya di Cengkareng inilah yang digunakan untuk membeli tanah. Dari gajinya USD1.800 perbulan. Waktu itu kurs dolar Rp6 ribu. Belum lagi insentif yang diterimanya bisa mencapai USD4 ribu. Harga tanahnya yang dibeli 25 are Rp6 juta. Ditambah biaya surat-surat Rp1,5 juta dan bangunan seharga Rp60 juta. Maka ia memiliki lima bangunan yang terdiri dari 10 buah kamar. Bale Langga dibangun 1996 sebanyak empat unit bangunan empat kamar. Jaraknya 200an meter ke arah timur. Ini milik Adit (Ahmad Faroh Noor) anak H Fauzan yang lainnya. Keluarga H Fauzan ini sebenarnya berasal dari Banjarmasin Kalimantan Selatan. Namun selama puluhan tahun terakhir telah menjalani kehidupan di Lombok.

Dua orang turis asing asal Inggris Alan Carr dan Helene Swan menginap di sana berkat buku Lonely Planet yang mencantumkan Sapit itu indah. Bisa melihat laut di Sumbawa dan pegunungan Rinjani. Biasanya wisatawan menginap selama 3 hari. Ia pulang dari pulau Komodo melihat binatang raksasa. ”Very Nice, ” ucap mereka yang selama dua minggu di Lombok. Sebelumnya dia datang dari Australia. Sebelumnya selama empat hari berada di Gili Trawangan.

Karena adanya penginapan wisatawan tersebut, salah seorang warga dusun Pesugulan Desa Montong Kemong, Saeb, mengaku sebulan bisa dua kali mengantar turis sebagai porter mendaki gunung Rinjani. Ia menerima upah Rp125 ribu untuk pendakian selama 3 hari.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge