Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Wednesday, 3 October 2007 • EKONOMI

MATARAM - Harga minya tanah di Mataram melambung hingga Rp3.500 lebih mahal lebih seribu rupiah dari harga eceran Rp2.265 per liter yang ditetapkan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) tertanggal 7 Agustus 2007. Tingginya harga minyak tanah tersebut sudah mulai terjadi sejak sepekan terakhir ini. Ibu rumah tangga semakin diberatkan tambahan harga tersebut. Sekretaris Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas) NTB Nurdin Ending mengaku belum menemukan penyebabnya. Kalau diperlukan, Pertamina Depo Ampenan diminta untuk mengadakan operasi pasar.

Seorang ibu rumah tangga, Maah, di Kampung Arong-Arong Barat Mataram mengeluhkan kesulitan mahalnya harga minyak tanah yang dibelinya dari pengecer di depan rumahnya. ”Katanya yang jual, minyak tanah sulit karena dipakai untuk omprongan tembakau,” katanya, Rabu (3/10) pagi. Ia membeli seliternya Rp3.200.

Tidak demikian dengan karyawan Kantor Sekretariat Daerah NTB Mazerun. Istrinya di rumahnya di Karang Kelok malah membelinya Rp3.500 seliter. Jumlah minyak tanah yang datang di pangkalan minyak tanah di kampungnya setiap hari Jum’at, hanya bisa dibeli lima liter perorang. ”Kalau banyak yang ngantri malahan dikurangi,” ujarnya yang kebutuhan kompornya satu liter sehari.

Sekretaris Hiswana Migas NTB Nurdin Ending mengaku sudah mendengar keluhan masyarakat. Tetapi belum diketahui penyebab melambungnya harga. Sebab, jumlah yang disuplai agen dari Depo Pertamina Ampenan tetap besarnya jumlahnya, 115 kiloliter atau 115.000 liter perhari di Mataram. Atau 300.000 liter untuk rumah tangga se pulau Lombok seharinya dan jumlah yang berbeda 900 kiloliter untuk keperluan omprongan (oven pengering) daun tembakau. Sebenarnya, pada bulan September-Oktober kebutuhan minyak tanah untuk omprongan sudah berkurang hanya 250-300 kiloliter. ”Mungkin ada petani tembakau yang tidak terdaftar yang melakukan pembelian di luar jalur resmi,” katanya.

Adapun jatah rumah tangga yang disiapkan saat ini, setiap harinya untuk 12 agen di wilayah kota Mataram dan Lombok Barat sebanyak 115 KL ditambah bulanannya 320 KL. Tujuh agen di Praya Lombok Tengah mendapatkan jatah 60 KL ditambah bulanan 100 KL. Sembilan agen di Lombok Timur kebagian 100 KL ditambah bulanannya 215 KL. Lima agen di Sumbawa memperoleh 60 KL ditambah bulanannya 50 KL. Dua agen di Dompu menerima 25 KL tanpa ditambah jatah bulanan. Sedangkan dua agen di Bima memperoleh 40 KL ditambah bulan 120 KL.

Sebenarnya, jatah minyak tanah untuk omprongan daun tembakau sudah disiapkan 40 juta liter sesuai harga subsidi. Jumlah jatah 2007 ini sudah ditambah dari sebelumnya 36 juta liter setelah dikurangi adanya konversi penggunaan bahan bakar lain sekitar 20 persen untuk 14.227 unit omprongan. Tahun 2005, dari kuota 50 juta liter yang disalurkan 44 juta liter. Tahun 2006 lalu yang semula disiapkan 55 juta liter terserap 37,51 juta liter.

Karena itu, Hiswana Migas NTB memanggil para agen dan selanjutnya mengusulkan dilakukannya operasi pasar di daerah yang diketahui harga ecerannya mahal. Berdasar SK Gubernur NTB untuk wilayah Mataram dan Lombok Barat ecerannya Rp2.265 per liter, Lombok Tengah Rp2.315, Lombok Timur Rp2.370, Sumbawa-Dompu Rp2.395. Menurut Nurdin Ending, apabila agen dan pangkalan minyak tanah yang melakukan kecurangan penjualan jatah rumah tangga untuk keperluan lain, aparat keamanan bisa menangkapnya.

Sebelumnya, untuk mengatasi penghapusan minyak tanah bersubsidi, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) menyiapkan bahan bakar alternatif pengganti yaitu minyak jarak dan batu bara. Sejak 2006 lalu sudah 2.482 hektar ditanami jarak. Setelah empat tahun produksi bisa menghasilkan 12.500 ton biji jarak atau 2.500.000 liter minyak jarak.

Untuk mengganti minyak tanah subsidi keperluan omprongan daun tembakau, sudah 300 unit dari 13.509 unit yang menggunakan batu bara. Hitungan pembiayaannya Rp13.957 perkilo daun tembakau kering yang berarti lebih murah dibanding biaya minyak tanah Rp15.392. Apalagi biaya gas elpiji Rp17.000an.

Semula untuk omprongan (oven pengeringan) daun tembakau Virginia Lombok sebanyak 40.000an ton, dibutuhkan 45.000 kiloliter (KL) minyak tanah yang harga subsidinya Rp2.310 perliter. Kalau subsidinya dihapus harganya perliter menjadi Rp6.800. Tahun 2008 minyak tanah subsidi hanya dijatah 27.000 KL, 2009 tersisa 18.000 KL, 2010 menjadi 9.000 KL dan 2011 nihil.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» DHC MULAI BUKA POSKO RELAWAN PALESTINA
01/08/2009 04:18 am | 1 Comment
» PEMPROP NTB BANTU DANA SKRIPSI 3.000 MAHASISWA
01/07/2009 04:20 pm | 3 Comments
» PERTUMBUHAN PENDERITA HIV/AIDS NTB 5 BESAR NASIONAL
01/06/2009 04:33 pm | 1 Comment
» ENAM TAHUN ANTRIAN CALON JEMAAH HAJI NTB
01/05/2009 02:27 pm | 1 Comment
» GUBERNUR NTB PIMPIN AKSI SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA
01/05/2009 01:08 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge