Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Tuesday, 2 October 2007 • EKONOMI

MATARAM - Selama tujuh bulan terakhir, Januari-Juli 2007, 27.816 orang TKI asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditempatkan di enam negara. Terbanyak di Malaysia sebanyak 16.899 orang dan di Saudi Arabia sebanyak 10.622 orang. Mereka, yang terbesar berasal dari Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa dan Lombok Barat, kebanyakan menjadi pekerja ladang dan pembatu rumah tangga. Secara keseluruhan termasuk yang diberangkatkan tahun sebelumnya, selama tujuh bulan terakhir menghasilkan kiriman uang sebesar Rp117,727 miliar. Tahun 2006, TKI NTB menghasilkan kiriman uang untuk keluarganya sebesar Rp435,508 miliar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja NTB Imbang Sahruddin menjelaskan penempatan dan kiriman uang TKI NTB tersebut sewaktu berbicara di depan wartawan di kantor Gubernur NTB, Selasa (2/10) siang. ”Mereka berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak,” ujarnya sewaktu menjawab adanya keinginan dihentikannya pengiriman TKI perempuan atau TKW sebagai pembantu rumah tangga.

Menurutnya, keinginan menghentikan pengiriman TKW tidak ada dasar hukumnya. Diakuinya, sebelumnya memang ada selebaran dan surat Asosiasi Perusahaan Jasa TKI yang ditujukan kepada Presiden agar pengirimannya dihentikan. ”Tapi penghentian itu belum menjadi komitmen pemerintah,” katanya. Namun, apabila kelak ada larangan maka Pemerintah Propinsi NTB juga akan dipenuhinya penghentian pengirimannya.

TKI bermasalah yang selama delapan bulan terakhir, hingga 19 Agustus 2007 lalu yang dipulangkan mencapai 2.959 orang - 2.828 laki-laki dan 131 orang perempuan. Mereka ini bermasalah karena meskipun keberangkatannya resmi dilengkapi dokumen namun sesampainya di negara tujuan pindah majikan padahal paspor dan visanya dipegang oleh majikan pertama. Selain itu, mereka ada yang tidak dibayar sesuai janji semula.

Kepada mereka yang dipulangkan paksa tersebut Pemerintah Propinsi NTB membantu biaya pemulangan dari Mataram ke daerah di Lombok sebesar Rp25 ribu dan di pulau Sumbawa sebesar Rp125 ribu. ”Tapi sekarang dananya sudah habis di Disnaker NTB. Maka dialihkan ke Dinas Kesejahteraan Sosial,” ucapnya.

Sewaktu menjawab Sekretaris Serikat Buruh Jasa Transportasi NTB Edi Irwanto banyaknya kasus perburuhan, Kepala Sub Dinas Hubungan Industrial Disnaker NTB Rusli Sunardi mengatakan bahwa kasus perselisihan pekerja dan majikan di NTB memang menumpuk di Disnaker NTB yang memiliki lima orang tenaga mediator. Jumlahnya mencapai 34 kasus dilimpahkan oleh Disnaker Kota dan Kabupaten di NTB yang tidak memiliki tenaga mediator. ”Kasusnya main pecat dan pemukulan majikan terhadap pekerja,” katanya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge