MATARAM - Berkurangnya jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga menjadi penyebab berkurang lama menginap di hotel. Kalau semula mereka rata-rata menginap lebih tiga hari menjadi berkurang sehari. ”Ini kondisi terakhir hotel bintang di sini,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat (BPS NTB) Marthanius Moechtar kepada wartawan, Selasa (2/10) pagi.
Berdasarkan data statistik, tahun 2005 rata-rata lama menginap leseluruhannya wisman dan wisatawan nusantara (wisnu) mencapai 3,02 hari dan pada tahun 2006 selama 3,41 hari. Tetapi sampai Juli 2007, angkanya pada bulan tersebut hanya mencapai 2,5 hari yang berasal dari wisnu 2,33 hari dan wisman 3,02 hari.
Tingkat penghunian kamar (TPK) pada bulan Juli 2007 yang dipaparkan dalam Berita Resmi Statistik BPS NTB Nomor : 24/10/52/ThXI 2 Oktober 2007, menyantumkan TPK keseluruhan hotel berbintang 41,14 persen tertinggi menginap di hotel bintang tiga yang rata-rata lama menginapnya 2,86 hari. Sedangkan jumlah tamu seluruhnya mencapai 19.620 orang meningkat 26,80 persen dari Juni 2007 sebanyak 15.473 orang.
Dari data jumlah tamu menginap pada hotel bintang kalau pada tahun 2005 keseluruhannya 139.828 orang yang terinci 94.547 orang wisnu dan 45.281 orang wisman, pada tahun 2006 sebenarnya mengalami kenaikan menjadi keseluruhan 150.761 orang yang terinci 109.341 orang wisnu dan 41.420 orang wisman. Pada tujuh bulan terakhir 2007 jumlah keseluruhannya 89.639 yang terinci wisnu 67.151 orang dan wisman 22.488 orang.(supriyantho khafid)


