MATARM - Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal melakukan peninjauan kesiapan angkutan lebaran di Lombok, Jum’at (28/9) siang. Setelah diterima Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Serinata di ruang rapat utama Kantor Gubernur NTB di Mataram, dan menerima pemaparan kesiapan angkutan lebaran dari Kepala Dinas Perhubungan NTB Soekartadji Anwar, mendatangi Pelabuhan Penyeberangan ASDP dI Lembar Lombok Barat, proyek bandara internasional Lombok di Desa Tanak Awu Lombok Tengah dan terminal Mandalika di Mataram. Sewaktu berada di Pelabuhan Lembar, Jusman melihat langsung kondisi kapal KMP Perdana Nusantara yang sedang berlabuh menurunkan penumpang dari Padangbai Bali.
Di NTB sendiri, kesiapan angkutan lebaran 2007 dipaparkan oleh Kepala Dinas Perhubungan NTB Soekartadji Anwar. Diperkirakan terjadi peningkatan penumpang hingga 10 persen baik darat, laut maupun udara. Tetapi, kapasitas angkutan yang tersedia lebih besar dibanding muatan penumpang arus mudik lebaran. ”Angkutan udara yang memerlukan penerbangan ekstra,” ujarnya.
Dari NTB ada empat terminal pemberangkatan bus, yaitu dari Sape Bima tujuan Jakarta lima unit, Bima - Yogyakarta delapan unit, Bima - Jakarta lima unit, Mataram - Surabaya 10 unit, Mataram - Malang tiga unit, Mataram - Yogyakarta delapan unit, Mataram - Semarang empat unit dan Mataram - Jakarta 10 unit.
Di terminal Mandalika Mataram, tersedia 850 trip bus Antar Kota Antar Dalam Propinsi (AKDP) kapasitas muat 20.400 orang. Sedangkan 1.405 trip angkutan antar kota dan pedesaan dapat mengakut 27.351 orang. ”Puncak arus mudik H-3 dan arus balik H+3,” kata Soekartadji.
Angkutan udara cenderung meningkat selama empat tahun terakhir. Kalau seandainya tidak menyukupi, maka bisa ditambah bus cadangan dan toleransi muat hingga lebih 20 persen. Yang perlu diwaspadai adalah keadaan cuaca mengahapi musim penghujan yang dapat menimbulkan rawan bencana.
Di Pelabuhan Lembar untuk penyeberangan ke Padangbai Bali, sejauh 36 mil dalam waktu tempuh empat jam, sebagaimana dipaparkan Kepala Cabang ASDP Lembar-Padangbai Erwin Syahrasad di ruang tunggu terminal, ada 17 unit kapal yang mengisi 16 trip setiap 1,5 jam pemberangkatan dalam seharinya yang keseluruhannya menampung 5007 orang, 378 unit kendaraan. Perkiraan rata-rata perhari, angkutan lebaran 2007 meningkat 10 persen dibanding 2006 menjadi 1977 orang dari Lembar ke Padangbai dan yang tiba dari Padangbai di Lembar 2.289 orang.
Adapun setiap harinya muatan kendaaran yang pergi roda dua 376 unit dan yang datang 448 unit. Roda empat yang pergi 288 unit dan yang datang 293 unit. ”Kalau menjelang lebaran, roda empat berupa truck yang mengangkut barang menurun,” kata Erwin.
Pada kondisi normal, seharinya penumpang yang berangkat dari Lembar seharinya 746 orang dan yang datang dari Padangbai 740 orang. Roda dua 202-190, roda empat 336-355. Di sini dibentuk tim tanggap darurat dan posko angkutan lebaran yang beranggotakan 26 personil dari berbagai unsur.
Soekatadji Anwar juga menjelaskan adanya angkutan penyeberangan dari Sape Bima ke Komodo-Labuan Bajo dan ke Sumba di Nusa Tenggara Timur. Selain adanya kapal Pelni yang melayari beberapa kota tujuan di kawasan timur Indonesia.
Untuk penerbangan, ada enam trip Mataram - Denpasar, empat trip ke Surabaya dan tiga trip ke Jakarta dan sebaliknya.
Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal menyatakan bahwa volume pemudik lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 14,96 juta orang atau meningkat 6,55 persen. Angkutan darat 9,986 juta orang mengalami kenaikan 0,04 persen, yang terinci angkutan jalan 7,2 juta orang dan angkutan sungai danau penyeberangan 2,7 juta orang, kereta api 2,7 juta angkutan laut 534.984 orang dan angkutan udara 1,73 juta orang. ”Yang paling menarik kenaikan arus lalu lintas sepeda motor meningkat paling tinggi,” ujarnya menyebutnya kenaikannya 31,29 persen atau 2.437 kendaraan bermotor.(supriyantho khafid)




