Lombok Sumbawa Online
Jual Fiber Optic Link IIX untuk Seluruh Indonesia
FULL FO sampai pelanggan, cocok untuk korporat, game online, isp dll.
tarif: 1 Mbps=13jt, 2Mbps=15jt, 4Mbps=20jt, 6mbps=26jt, 10Mbps 35jt per-bulan.
kami juga menyediakan bandwidth internasional 10jt/Mbps per-bulan
info lebih lanjut hubungi : 081353570001
Google
 
Thursday, 27 September 2007 • PARIWISATA

MATARAM - Selama sepekan, 5-13 September lalu, tiga orang pengurus Forum Kerjasama Pondok Pesantren Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan studi wisata ke Kuala Lumpur Malaysia. Mereka, adalah Tuan Guru Haji (TGH) Safwan Hakim (Lombok Barat), TGH. Hasmi Hamsyar (Lombok Timur), TGH Habib Tantawi (Lombok Tengah), bersama pendamping Kepala Sub Dinas Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Mahdi mengunjungi Putra Jaya, Genting Highland untuk melihat kemampuan negeri jiran tersebut mendatangkan wisatawan asal Timur Tengah. Ini untuk menjajaki peluang yang sama, menarik mereka ke Lombok.

Sebelumnya, seperti disampaikan oleh Safwan Hakim, untuk dapat meningkatkan kemampuan pendidikan di lingkungan pesantren masing-masing, Forum Kerjasama Pondok Pesantren Lombok Barat juga telah melakukan perjalanan ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab di Jakarta. Kemudian, juga mendatangi Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Pondok Pesantren Sunan Kalijaga di Pare Kediri.

Nah, bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) inilah terus melakukan peninjauan ke Malaysia selama sepekan (5-13/9). Tujuannya untuk melihat dari dekat perkembangan wisatawan asal Timur Tengah di Malaysia. Ini dilakukan untuk pengembangan wisata religi di Nusa Tenggara Barat. ”Supaya ada nilai religinya sesuai budaya agama dan lainnya,” kata Safwan. Agar akan lebih baik mendatangkan wisatawan Timur Tengah. Akan lebih baik kalau wisatawan Timur Tengah bisa datang.

Kenyataan bahwa setelah peristiwa World Trade Center banyak orang-orang Timur Tengah yang mengalihkan perjalanannya ke Asia Tenggara. Hanya saja belum ada yang datang ke Nusa Tenggara Barat. Kalaupun ada sangat kecil 1-2 orang saja. Padahal yang mengunjungi Malaysia mencapai 300.000 orang setahunnya atau 1.000 orang seharinya. Setiap orang yang ditemui di hotel ditanya kenapa tidak ke Lombok? Semuanya mengatakan tidak tahu Lombok.

Berbeda dengan Malaysia. Promosi telah dilakukan melalui surat kabar, televisi, brosur. Bahkan kunci hotel di Saudi Arabia pun menampilkan Visit Malaysia. ”Mereka mengakui tertarik wisata alam di Malaysia padahal Lombok memiliki obyek yang lebih baik,” kata Safwan. Disebutkannya, Malaysia memiliki kelengkapan fasilitas permainan anak-anak karena biasanya orang-orang Timur Tengah itu datang bersama keluarga.

Kalau toh selama ini sudah ada kunjungan orang Timur Tengah ke Jakarta dan sekitarnya, dan kemudian dinilai negatif, menurut Safwan Hakim, sebenarnya diantara 1000 orang hanya 2-3 orang yang menyandang niat negatif perjalanannya yang kemudian disebut sebagai wisata kharim. Sebab, umumnya mereka yang datang adalah kaum terpelajar. Juga ada dari kalangan ulama atau dai dan remaja.

Ini dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata NTB Misbah Mulyadi, bahwa kunjungan orang Timur Tengah ke luar negeri adalah wisata keluarga. Karena itu, untuk masa depan pariwisata Lombok NTB, haruslah dapat menjaring warga Timur Tengah. ”Kita harus konsentrasi mendatangan orang Timur Tengah,” ujarnya.

Selama ini, menurutnya, Indonesia yang setahun hanya dikunjungi 5 juta orang wisatawan masih lemah melakukan promosi dibandingkan Malaysia yang memang sudah didatangi 20 juta wisatawan dan tahun 2007 ini menargetkan didatangi 25 juta orang - lebih banyak dibanding Singapura dan Thailand. Kalau biaya promosi Malaysia mencapai US $ 60 juta, maka Indonesia hanya US $ 6 juta. Karena itu, Malaysia mudah dikenali karena tersedia brosur yang banyak di berbagai lokasi dibandingkan Indonesia yang salah satunya di bandara Cengkareng sulit mendapatkan informasi obyek wisata.

Safwan Hakim mengakui obyek wisata di Malaysia memang menjadi indah kelihatannya. Seperti di Putra Jaya, memelihara lingkungan dan gunung yang hijau. Ada yang alami atau sengaja dihijaukan di sepanjang jalur Kuala Lumpur - Putra Jaya. Bahkan masjid di sana termasuk obyek wisata religi. Tidak hanya muslim yang datang, di pintu masuk disiapkan celana panjang dan kerudung. Di depan ada danau yang indah. Berbeda jika dibandingkannya di daerahnya sendiri yang gundul seperti di Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat atau Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur.

Menurutnya, di Genting Highland yang terkenal ada perjudiannya hanyalah merupakan sebagian kecil. Sebab, obyek wisatanya juga dilengkapi permainan anak-anak bersama keluarga. Karena itu disarankannya mulai dilakukan kampanye sejak awal. Ini harus digencarkan. Mereka suka shopping.

Banyak orang Singapura dan Indonesia justru melakukan perjalanan wisata ke sana melihat keindahannya. Lebih banyak menimbulkan pengenalan kepada Allah. Sehingga wisata bisa menimbulkan keimanan orang semakin meningkat. ”Kalau ditiru, perjudiannya tidak perlu diadakan,” ucapnya. Makanya, yang perlu dikembangkan di kawasan wisata Senggigi dan lainnya di Lombok Barat bukanlah tampak banyaknya bule-bule yang berjemur setengah berbaju sehingga dikenal sebagai pemandangan sumur-sumur yang dijadikan joke terhadap wanita bule yang no bra berjemur di pantai.

Kemungkinan belum tertarik ke Indonesia karena belum ada informasi padahal banyak TKI di Timur Tengah. Karenanya, diusulkan program Visit To Lombok, memberikan tampilan citra melalui brosur yang juga akan dibuatnya dalam bahasa Arab. Tidak perlu pergi ke sana langsung, karena bisa dititipkan TKI saja.

NTB memang memiliki potensi untuk menjaring kunjungan orang-orang Timur Tengah ke Lombok karena banyaknya obyek religi seperti adanya pesantren termasuk masjid dan adanya perkampungan Islam. Walaupun perkampungan miskin dan jelek tetapi yang terpenting bersih dan rapi. Ini bisa menyentuh mereka. ”Bila orang Arab saya sebut suka membantu. Ini bukan bagian dari menjual kemiskinan,” ujarnya.

Safwan Hakim lantas mengusulkan adanya paket murah wisata dari Timur Tengah pada musim haji. Sebab masa libur sehari sebelum Jum’at menjelang Wukuf dan seminggu sesudahnya, atau sekitar 15 hari mereka libur. Itulah waktu mereka melakukan perjalanan liburan ke luar negeri. Karena, tidak semua warga bisa melaksanakan haji sewaktu-waktu dan di sana memang harus mendaftar.

Paket murah yang dimaksud adalah mengisi kekosongan pesawat terbang yang balik ke Indonesia untuk menjemput jamaah haji Indonesia. Kalau tarif umum US $ 5.000 maka bisa diturunkan US $ 1.000 dari pada kosong. Kalau dari NTB 10 kloter bisa dipenuhi wisatawan diyakini bisa meramaikan industri pariwisata.

Selain itu, karena umumnya orang-orang Timur Tengah suka mendermakan rezekinya, maka tidaklah berlebihan jika kunjungan mereka kelak juga bisa menghasilkan ratusan masjid. Bukan seperti yang dituduhkan membiayai kegiatan teroris, selama ini mereka menyalurkan diantaranya melalui IRO (International Islamic Relief Organization). Bantuan badan dunia itu banyak jumlah penerimanya di Indonesia. Ratusan yang telah menerimanya di Lombok yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

Pondok Pesantren Nurul Hakim yang dipimpin Safwan Hakim, telah menerima bantuan dari seorang dermawan hingga US $ 100.000 yang dapat mendirikan sebuah bangunan ukuran 24 meter kali 24 meter, dua lantai. ”Ini yang tidak pernah diekspose,” katanya.

Karena itu, Safwan Hakim mengatakan bahwa Pondok Pesantren Nurul Hakim yang dipimpinnya dan Pondok Pesantren Nurul Haramain sudah lebih dulu siap mendidik santrinya berbahasa Arab agar kelak bisa menjadi pemandu dan pengemudi kendaraan yang digunakan untuk melayani wisatawan Timur Tengah. ”Pada umumnya wisatawan Timur Tengah terpelajar. Jadi pemandu dan pengemudi harus bisa melayani mereka,” kata Safwan Hakim.

Kepala Sub Dinas Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Mahdi mengatakan segera menyiapkan obyek dan daya tarik sesuai keinginan wisatawan asal Timur Tengah. Setelah semuanya siap, mulai awal 2008 nanti akan melakukan kegiatan perkenalan daerah NTB melalui misi muhibah dan menjual paket wisata. ”Dan yang penting lagi, pasang iklan di berbagai media di Timur Tengah,” ujarnya.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Recent Comments
» LALU SERINATA MENOLAK DIBAWA KE KEJARI MATARAM
11/27/2008 03:47 pm | 10 Comments
» KPI CEGAH TAYANGAN KEBANCI-BANCIAN
11/26/2008 09:36 pm | 1 Comment
» PEJABAT TERLAMBAT DATANG, PINTU RUANGAN DITUTUP
11/26/2008 06:25 pm | 3 Comments
» BEASISWA NEWMONT NUSA TENGGARA UNTUK 8.493 SISWA
11/26/2008 01:26 pm | 3 Comments
» PNS SE NTB DIPERIKSA KESEHATANNYA
11/25/2008 09:18 pm | 1 Comment
Lomboknews.com - 2007 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com | busby seo challenge