MATARAM - Tiga poros jalan potensial pariwisata, perkebunan dan peternakan di Kabupaten Dompu dalam keadaan rusak parah. Disesalkan Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) yang berganggung jawab, tidak mengalokasikannya dalam APBD NTB 2007. Padahal sudah berungkali dibicarakan dan surat menyurat kepada pejabat Pemprop NTB.
Bupati Dompu Syaifurrahman Salman mengatakan jalan dari Dompu ke obyek wisata selancar Pantai Lakey di Kecamatan Huu yang didatangi peselencar 60 negara, rusak parah 20 kilometer atau separonya dari jarak 40 kilometer. ”Wisatawan asing mempertanyakan,” katanya.
Lainnya, jalan Dompu - Pekat yang memiliki potensi peternakan di Kecamatan Pekat sejauh 120 kilometer yang rusak sepanjang 70 kilometer. Dompu - Kilo sejauh 52 kilometer yang memiliki potensi perkebunan yang rusak parah 25 kilometer.
Kekecewaan Syaifurrahman Salman tersebut diucapkanya sewaktu bertemu Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes seusai tarawih di Masjid Nurul Hidayah di Dusun Wera Desa Lepadi Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, Jum’at (21/9) malam. ”Sudah habis kering tenggorokan dan air mata,” ujar Syaifurrahman.
Menurutnya, APBD NTB 2007 tidak mengalokasikan perbaikan jalan yang menjadi kewenangan propinsi. ”Sedikitpun tidak ada. Apa bukan bagian warga NTB sampai dicampakkan,” katanya melanjutkan. Upaya ke pemerintah pusat juga dilakukan walau bukan jalan negara. Hasilnya, kemungkinan ada alokasi khusus perbaikan jalan.
Wakil Gubernur NTB Bonyo Thamrin Rayes mengakui ketiga poros jalan itu dulunya - pada waktu dirinya menjabat Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Dompu - kondisinya lebih baik. ”Kenapa lebih jelek sekarang ya,” katanya. Ia menduga ada yang salah dan kemungkinan kurang perhatian dan kepedulian.
Karenanya, dimintanya melakukan kordinasi dengan Bappeda NTB, Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah NTB dan Asisten II Sekretaris Daerah NTB bidang ekonomi pembangunan.(supriyantho khafid)


