Lombok Sumbawa Online

Jual Link/Bandwidth IIX & Internasional Utk Seluruh Indonesia
call. 081-3535-70001 www.andira.co.id
Google
 
Monday, 24 September 2007 • EKONOMI

MATARAM - Sebagai penghasil 75 persen tembakau Virginia untuk produksi rokok nasional, Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta jatah cukai rokok yang setahun menghasilkan Rp40 triliun. Selama ini dua persen dari cukai rokok atau Rp800 miliar hanya diberikan kepada daerah yang memiliki pabrik rokok.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan NTB Shahabudin Sadar mengatakan surat permintaan bagian dari cukai itu sudah diajukan oleh Dinas Pendapatan Daerah NTB kepada Menteri Keuangan.”Ini yang kami perjuangkan. Kenapa daerah penghasil tembakaunya kok tidak diberikan,” ujar Shahabudin, Rabu (19/9) pagi.

Yang diminta oleh Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTB jumlahnya Rp400 miliar sesuai ketentuan dua persen yang diperoleh dari cukai tembakau yang diterima pemerintah. Pemerintah daerah, berdasar Peraturan Daerah Nomor : 10 Tahun 2003 hanya menerima setoran kontribusi Rp100 per kilo. Jumlah penerimaan itu dibagi dua, Pemprop NTB dan Pemerintah Kabupaten penghasil. Setahun Pemprop NTB menerima Rp1,75 miliar dari perusahaan tembakau yang membeli.

Masalah lain yang juga dihadapi oleh petani tembakau adalah keharusan untuk mengganti bahan bakar omprongan dari minyak tanah karena dikuranginya jatah minyak bersubsidinya dari harga eceran semula Rp2.310 perliter menjadi Rp6.800 perliter. Kalau tidak disubsidi, tembakau Virginia Lombok bisa kalah bersaing harga dengan Cina.

Selama ini, 40.000 ton tembakau Virginia Lombok sebanyak 20 persen untuk keperluan industri rokok nasional. Sedangkan yang 80 persen diekspor ke Bremen Jerman. Kwalitasnya nomor 4 di dunia setelah Amerika Serikat, Brasilia, Zimbabwe. Terbaik di Asia sebelum tembakau Cina.

Di Lombok ada 13 perusahaan tembakau termasuk pabrikan yang membeli tembakau Virginia dari Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Barat. Dari 20.000 hektar lahan tembakau, seluas 18.000 hektar binaan perusahaan diantaranya British American Tobacco, Jarum dan Sampoerna. 2.000 hektar digarap swadaya.

Tanaman tembakau ini melibatkan 140.000 orang petani pemilik dan buruh tani yang juga pengelola 13.509 unit omprongan pengering daun tembakau menjadi tembakau kerosokan.(supriyantho khafid)

No Comments »

No comments yet.

Leave a comment








Recent Comments
» Pergantian Tahun 2013 Di Kawasan Pantai Senggigi
08/28/2014 09:12 am | 1 Comment
» Pemkot Mataram Akan Benahi PKL Liar
08/25/2014 07:38 am | 2 Comments
» Jet Star Tutup Rute Perth - Lombok, BPPD Rintis Bandung - Lombok
08/16/2014 01:58 pm | 3 Comments
» KONTRAK KARYA TAMBANG BATU HIJAU DIUSULKAN DIUBAH
08/08/2014 06:20 pm | 2 Comments
» Mempersiapkan Peringatan 200 Tahun Meletusnya Gunung Tambora
08/04/2014 03:49 pm | 2 Comments
Lomboknews.com - 2012 - Media Lombok - Developed by andiraweb.com