MATARAM - Untuk mengatasi penghapusan minyak tanah bersubsidi, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprop NTB) menyiapkan bahan bakar alternatif pengganti yaitu minyak jarak dan batu bara. Sejak 2006 lalu sudah 2.482 hektar ditanami jarak. Setelah empat tahun produksi bisa menghasilkan 12.500 ton biji jarak atau 2.500.000 liter minyak jarak.
Kesiapan produksi minyak jarak tersebut untuk alternatif pengganti tersebut dikemukakan Kepala Dinas Perkebunan NTB Shahabudin Sadar, Rabu (19/9). ‘Sudah ada enam unit mesin pengolahan,” ujarnya. Supaya dapat bibit aga tanamannya rata besarnya, disiapkkan laboratorium jaringan kultur bekerja sama dengan BioTek Serpong yang akan diresmikan di Puyung Lombok Tengah, sewaktu ulang tahun NTB, 17 Desember 2007.
Untuk mengganti minyak tanah subsidi keperluan omprongan daun tembakau, sudah 300 unit dari 13.509 unit yang menggunakan batu bara. Hitungan pembiayaannya Rp13.957 perkilo daun tembakau kering yang berarti lebih murah dibanding biaya minyak tanah Rp15.392. Apalagi biaya gas elpiji Rp17.000an.
Semula untuk omprongan (oven pengeringan) daun tembakau Virginia Lombok sebanyak 40.000an ton, dibutuhkan 45.000 kiloliter (KL) minyak tanah yang harga subsidinya Rp2.310 perliter. Kalau subsidinya dihapus harganya perliter menjadi Rp6.800. Tahun 2008 minyak tanah subsidi hanya dijatah 27.000 KL, 2009 tersisa 18.000 KL, 2010 menjadi 9.000 KL dan 2011 nihil.(supriyantho khafid)


