MATARAM - Untuk menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat ada enam calon investor yang mengikuti Beauty Contest pengambil alihan saham tiga persen PT Newmont Nusa Tenggara. Menurut Bupati Sumbawa Barat Zulkifli Muhadly, rencananya, Rabu (26/9) lusa, DPRD Kabupaten Sumbawa Barat di Taliwang Sumbawa Barat, mengadakan rapat tertutup menerima penjelasan konsultan legal dan bisnis Capriole Consulting.
Sekitar lima hari keputusannya akan diambil untuk menentukan pilihan investor calon mitranya. Sedangkan Presiden Direktur PT Newmont Pacific Nusantara Martiono Hadianto, menurut Manajer Hubungan Pemerintahan PT Newmont Nusa Tenggara Lalu Mahfi, Rabu (23/9) pagi juga dijadwalkan bertemu Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Serinata di pendopo Gubernuran NTB di Mataram. Sebelumnya, Zulkifli Muhadly bertemu Martiono Hadianto di Jakarta, Sabtu (22/9) malam di Jakarta.
Mereka melakukan serangkaian aktifitas divestasi saham tersebut setelah keluarnya surat Direktur Jenderal Sumber Daya Mineral dan Batu Bara Departen Energi dan Sumber Daya Mineral Simon Sembiring tertanggal 19 September 2007 yang ditujukan kepada PT Newmont Nusa Tenggara agar segera proses jual beli saham yang disetujui pemerintah. Tiga persen untuk Sumbawa Barat dan tujuh persen untuk Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang telah bermitra dengan Bumi Resources Tbk.
Enam pelamar calon mitra Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat adalah Danatama Makmur - sekuritas lokal salah satu penjamin emisi terbesar Indonesia, Recapital - sekuritas lokal salah satu modal ventura terbesar, Credit Swiss - bank investasi internasional besar dan teraktif di Indonesia, Newmont Indonesia Ltd-Nusa Tenggara Mining Corporation - penambang internasional besar pemegang saham mayoritas Newmont Nusa Tenggara, Bumi Resources Tbk - penambang nasional dan salah satu eksportir besar, Dharma Henwa - kontraktor pertambangan lokal.
Sesuai penjelasan Zulkifli Muhadly, Ahad (23/9) malam di Taliwang, keinginan memperoleh tiga persen sehingga bisa mendapatkan deviden US $ 6 juta dari hasil usaha PT Newmont Nusa Tenggara US $ 200 juta setahun. ”Deviden itu untuk kami semua. Investor mitra yang membiayai pengambilan saham mendapatkan banyak peluang usaha dari operasional tambang, ” ujarnya menjawab Tempo.
Dicontohkan, peluang usaha yang bisa didapat untuk operasional adalah suplai solar sebulan senilai Rp80 miliar. Lainnya keburuhan batubara keperluan listrik dan konsentrat. Kalau nanti diberlakukan undang-undang pertambangan yang baru, ada kewajiban membangun smelter sehingga konsentratnya diproses sendiri dan yang diekspor dalam bentuk lempengan tembaga.
Sebagai bisnis luar biasa besar, apabila didukung mitra investor bisa berkolaborasi membuat joint venture bergabung dengan beberapa pemilik saham. Jadi ada kemungkinan Kabupaten Sumbawa Barat akan bergabung dengan konsorsium Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa sehingga memiliki minimal 10 persen saham.
Divestasi ini adalah bukan pilihan PT Newmont Nusa Tenggara tetapi merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sampai tahun 2010 sebesar 31 persen. ”Mau tidak mau harus secepatnya realisasi akhir 2007 nanti,” katanya.
Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat Manimbang Kahariady mengatakan akan membicarakan secara transparan dan tuntas. Ia mengatakan perolehan divestasi ini demi pasca tambang dan dampaknya terhadap perolehan warga dari adanya tambang. ‘’Kami ingin beri arti saham tiga persen itu. Tidak menyadi tamu di daerah sendiri. Ini menyangkut harga diri dan pasca tambang,’’ katanya selesai salat tarawih di Taliwang,’’ Ahad (23/9) malam.(supriyantho khafid)


